Saya Meal Prep Untuk Menghemat Uang dan Hidup Lebih Sehat

Halo!

Jadi, setelah kemarin di artikel yang ini saya menulis tentang pengalaman menabung lebih dari 150 juta untuk traveling dengan memasak sendiri, kali ini saya mau bahas lebih lanjut mengenai meal prep.

Buat yang baru dengar, Meal Prep adalah teknik menyiapkan makanan dalam jumlah banyak, untuk beberapa kali makan atau beberapa hari sekaligus. Meal Prep diawali dengan belanja bahan makanan dalam jumlah besar, lalu masak dalam jumlah besar. Tujuan utama Meal Prep adalah menghemat uang, menghemat waktu, dan supaya bisa makan lebih sehat.

Ini bukan hal baru kok, jutaan orang di dunia meal prep untuk alasan kesehatan. Terutama buat para profesional di dunia olahraga atau orang yang ingin menjalankan diet khusus. Tapi memang meal prep sepertinya di Indonesia masih sangat jarang, karena pola pikir yang seringkali salah bahwa “makanan sehat adalah makanan yang baru dimasak hari itu dan dimakan hari itu juga” dan mitos bahwa “makanan beku itu tidak sehat, sudah hilang nutrisinya”.

Sebelum memutuskan untuk meal prep, saya berbulan-bulan membaca referensi dari luar, terutama dari para ahli gizi dan profesional di dunia olahraga. Saya belajar mengenai nutrisi makanan yang dibekukan/dimasukkan kulkas. Asal dilakukan dengan benar, Meal Prep itu sehat banget!

Tujuan utama saya saat memutuskan meal prep di Mei 2015 adalah untuk hidup sehat dan menabung. Sesederhana itu. And yes, meal prep worked out really well for me, health-wise and money-wise.

Meal Prep Seminggu

PENGEN COBA MEALPREP, TAPI MEMULAINYA GIMANA YA?

Yang paling penting, DO NOT OVERDO IT. Namanya juga perubahan gaya hidup, mulailah dengan langkah kecil supaya nggak kewalahan di awal. Misal, terbiasa makan di luar tiap lunch dan dinner. Nah coba pelan-pelan meal prep untuk bekal makan siang aja.

Atau, terbiasa makan tidak sehat. Jangan langsung punya pola pikir akan berubah EKSTRIM dan 100% mau makan sehat dalam 1 hari. Yang ada, kita bisa bosan dan berhenti di awal. Coba lunch-nya aja yang diusahakan sehat.

Untuk membentuk suatu kebiasaan, manusia butuh setidaknya 21 hari melakukan sesuatu berulangkali. Untuk menjadi gaya hidup, manusia butuh setidaknya komitmen 90 hari. So take a baby step, one week at a time.

 

Pilih SATU hari dalam seminggu yang akan didedikasikan untuk meal prep. Meal prep nggak butuh waktu 24 jam kok, tapi memang harus menyisihkan waktu 2-5 jam untuk belanja dan memasak. Biasanya, saya memilih hari Minggu. Paginya belanja ke pasar atau supermarket terdekat (sekitar 1 jam), lalu sorenya memasak (biasanya 1-3 jam tergantung jenis masakan)

 

Rencanakan menu. Bayangin aja, kira-kira makanan apa yang lagi dikangenin. Apa yang kepengen dimakan minggu depan. Ayam? Ikan? Sapi? Udang? Lalu mau dimasak seperti apa? Chinese Food? Mexican? Indonesian food? Serba BBQ?

Putuskan juga, mau meal prep untuk apa. Lunch? dinner? atau dua-duanya?

Biasakan mencatat, untuk mempermudah tahap selanjutnya.

 

Rencanakan daftar belanja. Setelah kebayang mau makan apa, cari resepnya, lalu tentukan kita mau menyiapkan berapa porsi. Lalu catat berapa banyak bahan makanan yang harus dibeli.

 

 

Siapkan Kotak Makanan. Supaya hemat, pilih yang bisa dipakai berkali-kali dan tahan microwave. Nggak mahal kok, saya biasanya beli online dengan harga Rp.2,000 sampai Rp.5,000 per buahnya, dan bisa dipakai berkali-kali

 

tw6

 

GIMANA CARANYA SUPAYA HEMAT WAKTU DAN TENAGA DI DAPUR?

Pertama, fokus pada menu simple. Jangan langsung gatel pengen nyobain menu kompleks yang butuh berjam-jam seperti rendang atau dendeng, apalagi yang butuh teknik ribet kaya Roasted Whole Chicken ala Gordon Ramsey. Yang simple aja dulu, tumis, pan grill, oven roast.

Kedua, belajar multitasking. Biar nggak pusing cuci piring pas udah selesai, saya biasanya mencicil mencuci sambil memasak. Jadi begitu selesai masak, yang perlu dicuci tinggal wajan dan beberapa peralatan.

 

Fish Tortila with Pineapple Salsa and Kale Salad
Fish Tortila with Pineapple Salsa and Kale Salad

 

 

Ini nih contoh rencana menu Meal Prep mingguan saya untuk pola makan sehat Clean Eating (Low Fat, High Protein, Healthy Carb, Fiber)contoh menu meal prep

Nah sesuai menu di atas, jadi daftar belanjaan saya adalah:

menu pic 2

Semua makanan di atas kurang lebih Rp.200.000 per minggu (harga pasar hari ini, 4 November 2017). Karena budget saya adalah Rp.250,000 per-minggu, kadang sisa uangnya akan saya belikan cemilan “mahal” yang sehat, misalnya almond mentah atau walnuts yang seperempat kilonya seharga 30-45rb. Atau saya kumpulkan sisanya, lalu di akhir bulan saya masih bisa beli bahan makanan mahal untuk menghadiahi diri saya, misalnya beli salmon, tuna, atau memanggang cheesecake sehat di rumah.

 

Hainanese Chicken Brown Rice
Hainanese Chicken Brown Rice

 

Pan Grilled Caribbean Chicken, Potatoes, Steamed Veggies
Pan Grilled Caribbean Chicken, Potatoes, Steamed Veggies

 

Sapi Giling Tumis Rendang, Kentang Rosemary Kukus, Wortel
Sapi Giling Tumis Rendang, Kentang Rosemary Kukus, Wortel

 

BAGAIMANA MENYIMPAN MAKANAN KALAU MELAKUKAN MEALPREP?

Kulkas dan Freezer adalah teman terbaik kita. Sayangnya, tanpa kulkas meal prep memang hampir tidak mungkin karena makan akan cepat rusak.

Cara terbaik untuk memastikan setiap makanan tetap segar adalah membagikan lunch dan dinner sesuai porsi sekali makan di kotak makanan terpisah yang tinggal dibawa ke kantor. Semakin sering dibuka-buka, makanan semakin mudah rusak. Jadi lebih baik dikemas, lalu ditutup, dan dibuka hanya untuk dihangatkan lalu dimakan.

tw8

Untuk sarapan, saya biasanya membuatnya segar di pagi hari. Untuk buah potong juga sama, jadi pagi hari saya akan potong buah untuk dibawa hari itu, lalu sisanya saya kembalikan ke kulkas. Ini akan membantu menjaga supaya buah nggak cepat lembek dan rusak.

Untuk makanan yang kering (serba pan-grill atau panggang di oven), makanan bisa bertahan sampai 6 hari di kulkas biasa kok, jadi nggak perlu ditaruh di freezer. Tipsnya adalah, setelah selesai dimasak, biarkan makanan dingin dulu sebelum dimasukkan ke kotak bekal dan ditutup. Makanan yang ditutup saat masih panas akan menghasilkan uap air. Uap air ini akan membuat makanan lembab di kulkas dan jadi cepat rusak.

Nah untuk makanan basah dan berkuah seperti kari, ayam kecap, atau rendang yang pakai santan, saya biasanya menyimpannya di freezer. Makanan yang disimpan di freezer bisa tahan sampai 5 minggu, lho! Akan tetap segar dan enak asalkan kemasannya tidak dibuka-buka atau tidak dikeluarkan dari freezer sampai saat akan dimakan.

Untuk menghangatkannya, saya keluarkan makanan beberapa jam dari kulkas sebelum dimakan, lalu memanfaatkan microwave kantor. Kalau sedang di rumah, saya kukus makanan tersebut atau dipanaskan di wajan seperti biasa.

 

Pan Grilled Chicken. Nasi Merah, Buncis Kukus, Apel
Pan Grilled Chicken, Nasi Merah, Buncis Kukus, Apel

 

MAKANAN DIBEKUKAN, KANDUNGAN NUTRISINYA RUSAK NGGAK? Justru kebalikannya. Membekukan makanan saat dalam kondisi terbaiknya, akan menjaga makanan tersebut tetap segar dan sehat sampai lama. Teknik ini namanya flash freeze, dan tanpa kita sadar sudah dilakukan umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi harus diingat bahwa beberapa bahan makanan memang nggak cocok dibekukan karena justru akan merusak, misalnya cream cheese, whipped cream, telur rebus, tahu, yogurt, kentang mentah.

 

Pan Grilled Dory Fish, Sayuran Kukus
Pan Grilled Dory Fish, Sayuran Kukus

 

APA SAJA MAKANAN YANG BISA DISIMPAN DI FREEZER?

– Bumbu dapur segar (bawang, cabe, jahe, lengkuas, daun bawang potong, rempah-rempah)

– Buah dan sayur potong (kecuali pepaya, semangka, mentimun, alpukat)

– Roti, kulit Tortilla, adonan Pizza, dan olahan tepung lainnya

Pernah beli roti tawar satu bungkus tapi yang dimakan cuma beberapa lembar, terus sisanya terpaksa dibuang? Coba deh bekukan sisanya, keluarkan dan diamkan di suhu ruang saat akan dimakan. Roti yang dibekukan bisa bertahan sampai 1 bulan lebih lama dari tanggal kadaluarsanya, lho!

– Protein hewani mentah

Mulai dari daging, ayam, ikan, udang, dll, protein hewani mentah bisa bertahan sampai 6 bulan di freezer. Extra tips: Kalau lagi ke supermarket lalu ada promo daging murah, saya biasanya beli lalu simpan di freezer untuk digunakan di kemudian hari.

– Masakan apa saja

 

 

29 bulan sudah mealprep dan masak sendiri, saya bisa hidup lebih sehat, makan lebih teratur, dan menabung lebih dari 150 juta Rupiah untuk modal traveling selama 1,5 tahun belakangan. Jadi, kapan kamu mau mulai meal prep?

 

Love,

Twelvi

 

 

FAQ About Meal Prep:

  1. Meal Prep itu artinya makan sehat ya? SALAH. Meal Prep itu artinya teknik menyiapkan makanan sekaligus. Bukan jenis diet, bukan pola makan. Jadi apapun makanan yang kamu siapkan saat kamu Meal Prep, ya sah-sah aja disebut Meal Prep
  2. Meal Prep ngejamin bisa makan sehat? Meal Prep bisa bantu buat nurunin berat badan? Meal Prep bisa bikin aku jadi suka sayuran? Ini pertanyaannya aja udah salah kaprah banget. Meal Prep itu bukan jenis diet atau pola makan. Jadi kalo kamu Meal Prep tapi isinya nasi padang, fast food, atau mecin semua, ya sampe capek jungkir balik juga nggak akan bisa sehat/kurusan/suka sayuran. Balik lagi ke masing-masing orang, tergantung makanan apa yang kamu siapkan. Tapi meal prep BISA membantu pola makan sehat asalkan yang disiapkan juga menu sehat

(repost) SAYA MENABUNG LEBIH DARI 150 JUTA RUPIAH UNTUK TRAVELING HANYA DENGAN MEMASAK

(Tulisan saya mengenai ini yang saya publish 1 November kemarin, entah kenapa hilang dari dashboard wordpress saya. Sudah dicoba kembalikan tapi tidak bisa juga, so here’s a repost)

 

Pertama kali saya menginjakkan kaki di Jakarta tahun 2006, saya tau ini adalah kota yang mahal.

 

Sebagai mahasiswi, saat itu saya harus bolak-balik Kalimalang – Depok untuk menempuh pendidikan jurusan Psikologi, dengan bekal Rp.1,450,000 per-bulan dari orangtua dengan rincian sebagai berikut:

Kost Petakan di daerah Kalimalang: Rp.450.000

Ongkos, Pulsa, Hiburan: Rp.400.000

Keperluan Kuliah (buku, fotokopi, dsb): Rp.200.000

Uang makan dan minum: Rp.400.000

 

Dengan Rp.400.000 perbulan, saya harus putar otak bagaimana caranya bisa bertahan hidup di kota yang biaya hidupnya 10x lebih mahal dibandingkan kota kecil tempat saya tumbuh. Untungnya, saya bisa dan suka memasak sejak kecil. Ya basic-lah, Goreng Tumis Kuah, nggak paham istilah kuliner dan teknik masak sama sekali.

Challenge-nya adalah, saya pencinta makanan. Saya lebih baik makan dengan porsi kecil tapi enak dan kaya rasa, ketimbang banyak tapi “sepi”. To me, food has to be the most enjoyable thing in your day. If you can’t enjoy every spoonful, then why bother eating it?

 

Sempat mikir, 400 ribu di Jakarta, dapat apa?

Ternyata, lumayan banyak. Dengan modal segitu, tiap bulan saya mampu makan nasi, mie instan, telur, teri, tahu tempe, sayur caisim, sayur buncis, sayur toge, sesekali ayam. Untuk asupan vitamin, saya masih mampu membeli pisang, jeruk, dan pepaya. Belanja di pasar tradisional, tentunya. Paling tidak, kebutuhan nutrisi dasar terpenuhi. Jadi mahasiswi 4 tahun, bisa dihitung pakai jari berapa kali saya belanja di supermarket.

Budget terbatas, tentunya bahan makanan juga terbatas. Yang nggak boleh terbatas adalah kreativitas. Karena “dipaksa” bertahan dengan budget minim, saya dilatih untuk lebih teliti. Nggak cuma soal harga, tapi juga soal menu. Saya dilatih untuk lebih fleksibel memadumadankan bahan makanan.

 

Lulus kuliah 2011, saya dapat first job. Sayapun 100% melepaskan diri dari uang pemberian orangtua walau gaji masih pas-pasan. Dengan 2,7 juta perbulan, saya harus membayar Rusun sewaan seharga 1,1 juta perbulan (kosongan, sudah termasuk listrik). Sisa 1,6 juta harus bisa saya kelola untuk transport, pulsa, makan, hiburan, tabungan emergency 15%, dan cicilan Spring Bed yang sebulannya 178rb x 20 bulan.

 

Saat itu, 600rb per-bulan saya sisihkan untuk grocery shopping. Lumayan, meningkat sedikit. Paling nggak, mampu makan ayam beberapa kali seminggu. Udah mampu juga beli tambahan anggur dan semangka beberapa kali sebulan. Sekali lagi, yang penting nutrisi terpenuhi, makanan enak dan tetap sehat.

 

Lalu pekerjaan membaik, gaji membaik. Dari 2,7 jadi 3,2 lalu jadi 3,5. Saya ingat di pertengan 2013 itu gaji saya sekitar 4 juta Rupiah. Dengan pola manajemen keuangan yang sama, 1 tahun menabung sayapun mampu traveling dengan modal 6juta. Bener-bener nggak nyangka.

 

Destinasi solo traveling pertama saya adalah Bangkok, Thailand. Saya masih ingat banget, harga tiket PP naik Tiger Air waktu itu 1,8juta. Untuk hotel 4 malam 2 juta. Sisanya benar-benar untuk makan dan belanja. Tapi saat itu saya belum sadar, bahwa MASAK SENDIRI adalah rahasia saya. Saya pikir ya karena faktor luck aja.

 

Kemudian, karir terus membaik, keuangan terus membaik. Sayapun terlena dan lupa diri. Sejak akhir 2013 sampai awal 2015, saya benar-benar khilaf. Bisa dihitung berapa kali saya memasak dalam satu bulan. Dikit-dikit, beli makan di luar. Dikit-dikit jajan. Dikit-dikit nongkrong di mall sama temen. Di Jakarta, menghabiskan 100-250rb dalam sehari hanya untuk makan minum itu ternyata gampang banget. Saya bisa mengabiskan 4-8 juta sebulan hanya untuk biaya makan minum!

 

Suatu hari saya tertampar, kok udah hampir 2 tahun saya nggak traveling lagi? Kok gaji makin besar tapi nggak punya tabungan? Dulu hidup jauh lebih berat masih bisa traveling. Apa yang salah?

 

Ternyata yang salah adalah perspektif saya. Saya lupa bahwa makanan memegang peranan penting, nggak cuma buat kesehatan tubuh, tapi juga ketenangan batin dan keuangan kita.

 

Lalu, saya merasa ada yang salah dengan batin saya. Saya pikir, dengan mampu makan enak dan nyaman di restoran dimanjakan oleh pelayan, saya sudah bahagia, sudah sukses. Ya gimana dong, sendirian merantau dari kota kecil dan orangtua PNS sederhana, ada kebanggaan semu karena saya MAMPU makan di restoran bagus. Dari kecil hidup sederhana tau-tau bisa makan enak, ada rasa lega di dalam. Mungkin karena bisa sok-sokan buktiin ke diri sendiri bahwa saya bisa hidup di Jakarta. Tapi ternyata saya kok nggak sebahagia itu?

 

Saya juga mulai merasa badan saya nggak terlalu sehat. Terlalu banyak jajan dan makan di luar, saya juga kehilangan kendali atas apa yang saya masukkan ke tubuh saya. Saya nggak tau sumbernya dari mana, cara bikinnya gimana, prosesnya seperti apa.

 

And then I asked myself. What is the ONE thing that I’ve been always dreaming of since I was a little girl?

The answer was: I want to travel the world. I want to see London, Paris, and most of all, New York City.

Rasa cinta saya pada mimpi masa kecil saya kemudian mengalahkan rasa bangga saya akan hidup foya-foya. My childhood dream beats everything else.

 

Awal 2015, saya memutuskan untuk berkomitmen. Mengubah gaya hidup, mengubah pola makan agar lebih sehat, dan mengubah manajemen keuangan demi mewujudkan impian masa kecil. At least, I owe myself to make it come true.

 

Sayapun kembali masak sendiri. Dan saya memilih untuk meal prep.

 

(Bagi yang baru dengar, Meal Prep adalah teknik menyiapkan makanan untuk beberapa hari sekaligus. Diawali dengan belanja bahan makanan dalam jumlah besar, lalu masak dalam jumlah besar. Tujuan utama Meal Prep adalah menghemat uang, menghemat waktu, dan supaya bisa makan lebih sehat. Nanti saya akan membuat tulisan terpisah mengenai Meal Prep dan bagaimana saya melakukannya)

 

Setelah melakukan hitung-hitungan dan cek harga bahan makanan di pasar tradisional dan supermarket, saya membatasi budget belanja saya menjadi 1 juta Rupiah perbulan. Dengan budget itu, saya mampu memberi makan diri saya sendiri, dan menyesuaikannya dengan pola makan sehat yang saya jalani.
Dengan 1 juta perbulan, saya sangat mampu beli makanan sehat dan “mewah”. Nggak percaya? Ini nih kira-kira bahan makanan yang saya konsumsi tiap hari:

Protein: Ayam, telur, sapi, babi, salmon, dory, kakap, udang

Sayuran: Brokoli, Buncis, Paprika, Wortel, Salad mix

Buah: Strawberry, Mangga, Kiwi, Alpukat, Anggur, bahkan seringkali buah impor seperti Cherry dan Blueberry

Lain-lain: Butter (bukan margarin yang lebih murah dan tidak sehat), Olive Oil (saya bahkan sudah berhenti pakai minyak goreng sawit karena alasan kesehatan)

Snacks: Keju, Almond, Macadamia Nuts

 

ALL THOSE WITH ONLY Rp.1,000,000 A MONTH

 

Apakah saya masih makan di luar? Tentu. Kehidupan sosial juga perlu dijaga. Tapi saya bisa membatasi, 500rb saja perbulannya. Untuk bulan-bulan spesial seperti momen Natal dan Ulangtahun, saya beri budget spesial sampai 750rb untuk menghadiahi diri saya sendiri.

 

Dengan memasak sendiri, saya mampu menghemat 4-8 juta Rupiah perbulannya dan sejauh ini sudah menabung biaya traveling hingga total lebih dari 150 juta Rupiah

 

Komitmen saya dimulai di Mei 2015.

November 2015, traktir dua adik saya jalan-jalan ke Singapore

Mei 2016, saya mampu traveling ke Korea

Desember 2016, Filipina

Januari 2017, liburan impulsif ke Singapore

Maret 2017, traktir orangtua liburan ke Kuala Lumpur

April 2017, Korea lagi

Mei 2017, Jepang

Juni 2017, United Kingdom (London dan Edinburgh, Scotland)

September 2017, Taiwan

Desember 2017 ini sayapun akhirnya akan ke New York City

Januari 2018 nanti, Paris

 

Dan sekarang dengan sangat bangga saya bisa bilang, bahwa semua itu saya beli dengan TUNAI, tanpa hutang.

 

Nggak cuma bisa menabung, menyiapkan makanan sendiri sudah membantu saya makan jauh lebih  sehat selama menjalaninya 29 bulan terakhir. Bonusnya banyak banget, kan?

 

“Saya nggak punya waktu” adalah kebohongan terbesar yang kita katakan pada diri kita sendiri. Saya bekerja setiap hari mulai jam 9 sampai 6, kadang 8 bahkan 10 malam. Saya bekerja nyaris setiap hari Sabtu, bahkan Minggu juga, karena ada event kantor yang harus di-handle. I don’t have time, I make time.

 

Gimana mengatasi rasa malas? Menurut saya, your goal has to be BIGGER than everything else. Kalau ada mimpi besar di depan, yang lain akan menjadi tidak penting.

 

Pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, saya memasak sendiri karena HARUS bertahan hidup, karena tidak ada pilihan. Sekarang, saya memasak sendiri karena pilihan. Saya memilih mewujudkan mimpi saya.

 

Love,

Twelvi

 

 

10 MAKANAN YANG HARUS KAMU COBA DI TOKYO, JEPANG

Aku selalu percaya bahwa cara tercepat dan terbaik dalam belajar mengenai suatu kebudayaan adalah melalui apa yang masyarakatnya makan. Makanya kalau traveling kemanapun, aku selalu memilih makanan lokal ketimbang makan di chain restaurant yang menunya internasional. Ini nih 10 makanan yang harus kamu coba di Tokyo, Jepang, supaya liburan kamu makin penuh pengalaman.

 

#1: Shoyu Ramen

Dari segala jenis olahan ramen, Shoyu Ramen buatku adalah bentuk yang paling sederhana. Nggak muluk-muluk, cuma mi ramen yang disiram kuah berbumbu kecap asin, disajikan dengan irisan tipis daging, rebung, dan seaweed kering (nori). Ada kerendahan hati yang indah banget di semangkuk Shoyu Ramen. Kuahnya yang ringan tapi hangat dan asin ibarat pelukan ibu, tidak terlihat spesial, sering dilupakan, tapi sebenarnya mampu menghangatkan bahkan jiwa yang paling dingin sekalipun. Ahzeg.

Nggak cuma rasanya, harganya juga sederhana. Semangkuk Shoyu Ramen yang aku coba di salah satu restoran kecil di gang di Shinjuku ini (sayang aku nggak bisa baca namanya karena dalam huruf kanji dan bukan merupakan restoran populer) ini jauh melebihi ekspektasiku. Cuma 450 Yen atau sekitar Rp.45.000 aja tapi memorinya membekas di hati dan kepala sampai sekarang.

IMG_6611

 

#2: Tonkotsu Ramen, Ichiran Ramen Shop

Masih dalam golongan ramen-ramenan, satu lagi ramen yang wajib coba adalah Tonkotsu Ramen, atau ramen yang kuahnya terbuat dari tulang babi atau sapi yang direbus berjam-jam (bahkan berhari-hari) lamanya. Proses memasak yang ribet dan lama ini membuat kuah ramen terasa begitu pekat dan kaya, tapi tetap lembut menyusup ke tiap sela-sela indera pengecap kita. Nikmat banget, pokoknya. BANGET.

Nah salah satu ramen shop yang paling populer di Jepang adalah Ichiran Ramen. Cabangnya ada di berbagai tempat, jadi nggak perlu mengunjungi satu titik tertentu aja demi mencobanya. Ichiran ini disebut-sebut sebagai ramen paling enak di dunia, dan setelah nyobain langsung, aku dengan pasrah (dan perut kenyang) mengangguk setuju. I’ve tried so many tonkotsu ramen shops in Indonesia, Singapore, Taiwan, Korea, and Japan, and ICHIRAN is the best of them all.

IMG_6518

 

#3: Kibi Dango

Kibi Dango mungkin adalah jajanan Jepang paling tradisional yang bisa kalian temukan di Nakamise Shopping Street di area Asakusa Temple. Terbuat dari tepung millet dan tepung beras ketan, kibi dango teksturnya mirip mochi, tapi jauh lebih empuk dan kenyal. Biasanya ditusuk sate dan dibaluri tepung kacang kedelai panggang (kinako). Rasanya unik, nggak terlalu manis, nggak asin juga, malah menurutku ada sedikit bitter aftertaste. Tapi rasa nutty dari kinako membuat kibi dango terasa lembut dan nyaman banget di lidah. Lumayan adiktif!

Location: Asakusa Temple

IMG_6453

IMG_6451

IMG_6459

 

#4: Age Manju

Perpaduan antara mochi raksasa, bakpao, dan gorengan. Kira-kira kesan pertama age manju kayagitu. Bakpao kenyal berisi macam-macam (mulai daging sampai sayuran) yang dicelup adonan tepung cair lalu di-deep fry. Renyah di luar, kenyal menantang di tengah, dan juicy asin di tengah. Duh pokoknya party in your mouth!

Ada macam-macam varian dan rasa age manju, tapi yang paling spesial (dan seasonal) adalah yang rasa daun Sakura. Yup, daun bunga sakura yang diasinkan lalu dicampur dengan daging giling dibuat jadi isian age manju sebelum dicelup adonan tepung lalu digoreng hingga cokelat keemasan.

Location: Asakusa Temple

IMG_6468

 

 

#5: Menchi Katsu

Menchi Katsu mungkin nggak sepopuler makanan Jepang lain seperti ramen atau sushi, tapi ini wajib coba banget kalo kamu ke Jepang. Menchi Katsu adalah daging babi/sapi giling yang dicampur dengan bumbu-bumbu dan bawang bombay lalu dilapisi tepung panko (tepung tempura) kemudian digoreng hingga keemasan. Bagian luarnya yang renyah terasa kontras dengan bagian dalam yang juicy dan gurih banget. What a true delicacy!

Location: Asakusa Menchi, Asakusa Temple

IMG_6500

IMG_6504

 

#6: Senbei

Kraker beras yang dipanggang di atas bara api kecil dan diberi berbagai macam rasa ini benar-benar cemilan Jepang banget. Yang paling klasik adalah yang rasa kecap asin Jepang atau Shoyu. Sederhana banget, tapi adiktif. Ada juga rasa lain yang nggak kalah enak. Mulai dari Nori, BBQ, sampai Wasabi.

IMG_6465-min

IMG_6495

 

 

#7: Japanese Crepes

I LOVE LOVE LOVE Japanese dessert. You know why? Because they look so freaking cute! And they’re not overly sweet like american-style dessert. Pokoknya rasa manisnya pas banget. Nah salah satu yang wajib coba kalo lagi di Tokyo adalah sweet crepes kayagini. Rasa dan variannya juga beragam banget, mulai dari ice cream, whipped cream, buah, selai, sampai sepotong utuh cake! How crazy is that? Haha!

Where to eat: Santa Monica Crepes atau Marion Crepes, Harajuku

IMG_6659

IMG_6654

 

#8: Japanese Curry

Nasi kari ala Jepang memang mungkin bukan hal baru, terutama buat kamu yang tinggal di Jakarta, mungkin udah pernah nyobain Coco Curry. But trust me when I say, Coco Curry di Tokyo beda banget sama yang di Jakarta. Nggak cuma soal pilihan menunya yang lebih bervariasi, tapi rasa kuah kari dan kualitas daging yang dipakai juga beda banget. Degan harga Rp.85.000 per porsi, kamu bisa dapat 1 porsi curry rice yang berisi nasi + katsu + kuah kari. Pilihan dagingnya macam-macam, mulai dari babi, sapi, ayam, sampai udang. Kuah karinya juga bisa dipilih, ada yang terbuat dari babi, sapi, dan ada juga vegetarian.

IMG_6619-min

20170527_095722 (1)

 

#9: Gyudon

Salah satu rice dish paling simple (dan paling aman, karena selalu enak) di Jepang adalah Gyudon atau beef rice bowl. Biasanya beef yakiniku disajikan di atas nasi putih hangat dan ditemani semangkuk sup sapi dengan bumbu miso yang ringan. Enak banget. Dan biasanya murah, sekitar 400 Yen atau Rp.40.000 untuk 1 set Gyudon.

How to eat Gyudon like a local: Pesan telur mentah sebagai side dish, pecahkan, aduk, dan siram di atas Gyudon sebelum dimakan. YUM!

Where to eat: Sukiya, Yoshinoya

IMG_6551

 

#10: Kushi Katsu

Kushikatsu ini makanan goreng-gorengan yang isinya bisa macam-macam, mulai dari asparagus, jamur, akar teratai, sosis, keju, ayam, beef, atau pork. Harganya juga murah, mulai 100 Yen pertusuk. Karena made by order, jadinya makanan datang ke meja kita masih segar dan crunchy. Kita bisa pilih apa yang kita mau. Setelah matang, bakal disajikan di ‘nampan’ khusus dengan saringan untuk menampung minyak. Makan Kushikatsu ada cara dan etiketnya sendiri, lho. Lihat mangkuk besar berisi semacam saus hitam itu? Kushikatsu dicelup di saus itu sebelum dimakan.

Tapi, NO DOUBLE DIPPING. Jadi Kushikatsu yang udah digigit nggak boleh dicelupin lagi ke saus. Kalau rasanya kurang, kita bisa ambil lembaran kol yang disediakan, celup ke saus, lalu balurkan sausnya di Kushikatsu yang udah kita makan. Kolnya juga dimakan, jadi kaya lalapan. .
ENAK. BANGET. Sausnya gurih dan agak asam, jadi rasanya menetralisir gorengan. Rasanya nggak bosen-bosen.

IMG_6722-min

IMG_6718

IMG_6717

 

So that’s my version of 10 Things To Eat in Japan. Gimana, udah siap untuk makan-makan di Jepang?

 

 

 

JAPAN TRIP 2017 PART 2 – TSUKIJI FISH MARKET, AKIHABARA, HARAJUKU, SHIBUYA, GINZA

 

Untuk kunjungan pertama, ternyata seminggu di Tokyo rasanya nggak cukup. Ini di luar ekspektasi, karena awalnya aku malah berencana hanya 3 hari di Tokyo dan 3 hari di Osaka. Yup, Tokyo ternyata semenyenangkan itu.

Selain Asakusa dan Ichiran Ramen yang udah sempat aku bahas di post yang iniberikut ini adalah tempat-tempat lain yang aku kunjungi selagi di Tokyo, Jepang.

 

 

Tsukiji Fish Market

Pasar ikan yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia ini adalah salah satu tempat wajib kunjung kalau kamu ke Tokyo. Nggak perlu bergidik jijik dulu ngebayangin pasar ikan yang bau amis dan jorok, karena Tsukiji ini bersih, rapi, dan sangat dirawat.

Di Tsukiji, ada banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan selain cuma sightseeing dan people watching. Salah satunya yang paling populer adalah makan. Jajan street food Jepang sepuas-puasnya, terutama yang berbahan dasar seafood. Mulai dari sashimi, sushi, oyster, sampai scallop bakar tersegar yang baru dibawa nelayan di pagi hari, semua dijual dengan harga terjangkau dengan kualitas paling tinggi.

Tips untuk kamu yang mau berkunjung ke Tsukiji, datanglah sebelum jam 11 siang. Karena pagi hari adalah waktu terbaik untuk mendapatkan ikan dan seafood paling segar. Buat kamu penggila sushi dan sashimi, di Tsukiji ada restoran sushi yang terkenal banget bernama Sushidai. Dari luar, nggak ada yang spesial dari restoran ini. Tempatnya kecil dan sederhana, tempat duduk untuk tamu juga hanya tersedia beberapa. Tapi setiap hari mulai dari jam 2 pagi, puluhan pembeli akan antri di depan Sushidai hanya untuk menikmati sushi dan sashimi terbaik di Tokyo. Sushidai sangat terkenal baik di antara turis maupun lokal karena mereka hanya menjual hasil tangkapan terbaik dan tersegar setiap hari, jadi nggak heran kalau menunya tiap hari berubah-ubah.

Buat kamu yang nggak niat antri panjang atau nggak terlalu suka sushi dan sashimi, nggak usah takut akan kelaparan. Mulai dari ramen, grilled seafood, sampai tamagoyaki (telur gulung ala Jepang) bisa dengan mudah kamu temui di Tsukiji. Harga street foodnya dimulai hanya dari 100 Yen atau Rp.10,000 aja, lho! 20170526_105227

IMG_6579

IMG_6583

IMG_6592

 

 

Akihabara

Sensory overload. Itu kesan kuat yang aku dapat dari Akihabara. Daerah yang warna-warni dan penuh dengan berbagai macam sensasi. Buat kalian yang suka anime, games Jepang, dan girl band asal Jepang seperti AKB48, kalian pasti akan suka banget Akihabara. Dipenuhi tempat video games, maid cafe, dan toko-toko yang menjual kostum/merchandise anime, Akihabara seolah tempat yang nggak pernah istirahat. Selalu ramai, selalu dinamis. Aku nggak begitu suka anime dan nggak begitu paham games Jepang, tapi ternyata Akihabara sangat enjoyable.

IMG_6755-min

IMG_6766-min

IMG_6768-min

IMG_6780-min

 

Harajuku

The shopping mecca of Tokyo. Juga pusatnya fashion dan trend cosplay di Jepang. Harajuku udah jadi tempat nongkrong anak muda Jepang sejak dulu, dan sampai sekarang tempat ini masih belum kehilangan pesonanya. Barisan toko pakaian (mulai dari pakaian reguler sampai kostum super heboh), semua ada di Harajuku. Jangan heran kalo kamu akan berpapasan dengan anak-anak muda Jepang dengan dandanan dan kostum keren dan warna-warni, seolah baru keluar dari anime atau komik fantasi. Nggak cuma cosplay, Harajuku juga terkenal akan street food-nya, terutama Crepes jepang yang lucu-lucu dan enak-enak. Wajib kunjung banget, pokoknya!

IMG_6626-min

IMG_6637

IMG_6666

IMG_6640

IMG_6647

IMG_6651

 

Shibuya

The world’s busiest crossing. Nggak kenal pagi ataupun malam, penyebrangan di Shibuya ini selalu dipadati manusia. Segitu rame dan padatnya sampai terkenal ke seluruh dunia dan jadi atraksi wisata sendiri. Nggak heran sih, karena begitu lampu hijau berganti lampu merah, ratusan bahkan ribuan manusia saling menyebrangi jalan hingga hampir ke 8 arah sekaligus. It was fascinating to witness it myself!

Selain penyebrangannya, Shibuya juga terkenal akan patung Hachiko, anjing paling setia di dunia yang ceritanya udah menyebar dan jadi legenda Jepang sejak puluhan tahun yang lalu. Kalau mampir kesini, kalian akan melihat sendiri ramenya orang yang ingin foto bareng patung Hachiko. As a dog lover myself, visiting Hachiko statue was obviously in my list. Dogs are the only thing in the world that loves you more than they love themselves. And Hachiko statue is there to tell us the story of love and loyalty.

IMG_6683-min

IMG_6686-min

IMG_6685-min

IMG_6690-min

IMG_6693-min

IMG_6681-min

 

Ginza

High-end shopping and luxury dining. Tempat yang jadi pusatnya toko, restoran, dan butik mahal yang terkesan menakutkan untuk bugdet-savvy traveler ini sebenarnya cukup ramah untuk semua orang, kok. Khususnya kalau kita berkunjung di hari Minggu pagi. Biasanya, jalan-jalan utama di Ginza akan ditutup untuk kendaraan dan dibuka untuk pejalan kaki saja. Jadi semacam mini car free day gitu. Menyenangkan banget, walau cuma duduk-duduk dan peopole watching sambil ngemil makanan yang dibeli dari seven eleven terdekat. Di tengah jalanan yang ditutup bahkan disediakan bangku-bangku dan payung raksasa supaya kita bisa piknik singkat di tengah kemegahan Ginza. It was so lovely!

IMG_6736-min

IMG_6735-min

 

Shinjuku

Street food, shopping, shopping, and more shopping. Itu kegiatan favoritku kalau traveling. Jadi nggak heran kalau Shinjuku juga jadi tempat favoritku di Tokyo. Favorit banget sampai aku datangin dua kali dalam kunjungan 6 hari di Tokyo haha. Restoran, ramen shop, dan cafe dengan makanan terenak di Tokyo biasanya terpusat di Shinjuku. Soal shopping, nggak usah kuatir. Mulai dari 100 Yen Store (toko serba diskon yang harganya serba 100 Yen) sampai butik-butik branded, semua ada di Shinjuku. There’s a little bit of everything for everyone. What’s not to love about Shinjuku! Ramen Ichiran, ramen paling enak di dunia (menurutku) juga ada cabangnya di Shinjuku. Ini cabang Ichiran paling rame sih, so expect to wait in line up to 1 hour at lunch or dinner time.

Buat foodie, jangan lupa mampir juga di food courtnya Isetan Department Store. Semua makanannya enak-enak!

20170526_141313-min

20170526_141346-min

20170526_155205-min

20170526_144839-min

 

Do Secretly Wish, But Don’t Expect

 


bunga

 

You arrived in this new strange land, with no expectation for the time you’re going to spend there, except that knowing you would love it. Because you love to travel. You travel with your heart and mind open for any possibilities, and that was it.

 

2017-07-14-21-05-25-577

 

And then you met this stranger. You talked, and talked, and stared into each other’s eyes. And before you know it, time has passed. And it scared you how much you two have in common. Your love for the animals, the ocean, the sand. Your dislikes for corrupt government, people who kill each other in the name of religion, people who threw cans at the beach and killed the whales. Your love for weird beautiful things. Your passion for life itself. And that both of you have huge crazy dreams.

 

All it took was two dates and you knew almost everything about his life. His sister’s name, his cat’s name and it’s weird habits, his cousin’s cars, his buddy’s name and stories, his family tree. And suddenly, it felt real. Before you know it, you scored yourself a possibly once in a lifetime romance that is amazing. You wondered, then you asked each other, “Where were you my whole life? Where did you come from?” because this may sound stupid, but you don’t get to feel that way for a stranger everyday. And you know both of you felt the same way, because you could see it in each other’s eyes.

 

You love how his eyes sparkled every time you two talked about your crazy stupid dreams. About making the world a better place, one step at a time. About weird things that you believe in, that most people will find stupid but you love it anyway.

 

And most importantly, you loved the way he looked at you. The way he smiled and leaned whenever he wanted to kiss you. The way he smelled. The way your fingers intertwined as if they were made for each other. The way he put his arms around you and called you beautiful in front of other people, as if he was the luckiest person on earth and he would never let go. The way he made you feel like you’re the luckiest person on earth.

 

Then you made a lifetime’s worth of memories in two weeks. Because the first time you saw the way he looked at you, you knew that somehow, this amazing feeling in your chest, whatever it was, possibly would end. One of you (if not both of you) would have to pull the break and snap both of you out of reality, sooner or later.  You would be back home, and you would be halfway across the world from each other. You have made so many plans laid out in front of you, and he made plans for his life too. And meeting each other was never in any of those well made plans.

20170625170416_IMG_7945

That’s why you didn’t have any expectation. You did secretly wish, but you didn’t expect.

 

Because even if you know that the best thing happens when you least expect it, you also know that some people were made to come into your life for brief moments just to leave you a lifetime’s worth of memories. Because you believe that when two people are destined to meet each other, they will touch each other’s life in a way that no one else will, and it doesn’t matter if it only lasted a week or the rest of your life.

 

Because when he looked into your eyes, he made you believe that you are beautiful. When he held you in his arms, he made you feel safe and you felt that your crazy dreams are not so crazy after all. You always believed in yourself, but he made you feel like he believes in you too. And that is a beautiful thing.

 

He was one of the best things that happen in your life.  And it was painfully beautiful. It still is, even after you’re finally home and weeks have passed. Even if your heart aches, time to time from excruciatingly missing him, you restrain yourself from reaching out to your phone and text him. Because deep down you know that you should move on. And if it’s meant to be, you will find each other again.

 

The saddest part of this kind of story, is that most of the times, the ones that we happened to have the strongest feelings towards, is the ones that we know we will not spend the rest of our lives with.

 

To M,

With utmost respect and love.

Let Them Stare

Minggu, 9 Juli 2017.

Hari ini pertama kali pake baju seperti ini pas jalan ke mall di Jakarta.

 

20170709130937_IMG_8240

 

Baju-baju yang agak “showing” biasanya memang aku cuma pake di luar negeri. Cold shoulder, sabrina, criss cross detail, laces, rok di atas lutut, dsb. Karena nggak pede pakai di sini.

Tau  kenapa nggak pede? Karena di sini orang nggak terbiasa melihat cewek plus size yang dandan cantik, pake baju lucu-lucu. So they stare. A LOT.

Di luar negeri, berdasarkan pengalamanku traveling selama ini, people will NOT stare. And even if they do, it’s a complimentary kind of stare. Kadang malah bukan cuma disenyumin aja. I’ve had strangers came to me and told me nice things like “You look lovely”, or “I love your skirt”, or “Your skin is amazing”, or “You look beautiful, love your dress!”. 

Di sini, selama ini, yang didapat justru kebalikannya. It’s the “ih yaudah sih udah gendut pakenya kaos oblong ama celana panjang aja” kind of stare. And I’m not saying that ALL Indonesians are like that, but trust me, sebagai perempuan yang udah plus size sejak kecil, aku udah terbiasa membedakan tatapan pujian vs tatapan mencela.

When I was in college, that kind of stare affected me real bad. 

Aku dari kecil memang cenderung girly. I love colorful patterns, makeup, shoes, sparkly things. Tapi tumbuh sebagai perempuan plus size di negara yang kebanyakan perempuannya bertubuh mungil, aku selalu sulit mengekspresikan diriku melalui penampilan. Well, pertama karena keterbatasan pakaian/sepatu yang berukuran besar, kedua karena bahkan kalau ada pakaian/sepatu lucu yang muat, orang ngeliatin terheran-heran.

Akhirnya, waktu kuliah aku selalu pake baju yang “aman”. Kemeja atau kaos hitam atau putih, celana jeans, sneakers. Kalau perlu keluar rumah nggak usah dandan. I tried so hard not to draw unnecessary attention to myself.

Sering banget kan denger orang kita kalo becanda bilang, “Ya kalo betisnya kecil sih gapapa pake rok selutut. Lah ini betis kaya talas Bogor”

Atau, becanda ngeledek orang yang pake baju lengan buntung, “Buset itu lengan atau pukulan kasti?”

Bahkan beberapa teman mainku sempat mencela orang lain seperti itu.

Aku nggak pernah menerima celaan seperti itu secara langsung, tapi aku cukup sadar bahwa ada kemungkinan besar orang pernah bilang begitu, behind my back. Jadi aku selalu takut.

But then, I took some time to look at the ones that are being mocked. And I didn’t find anything wrong with them. In fact, they looked beautiful. I realized one thing, people are being mocked, and judged, and stared at, no matter what size or body shape they have.

People can be mean sometimes.

Yang kurus, diliatin karena terlalu kurus. Yang dadanya besar, diliatin dan dibecandain, apapun baju yang dipakai. Yang bokongnya besar, pake celana atau rok model apapun tetap dijadiin bahan ketawa. Yang gendut, pake baju apapun tetap akan diliatin.

And then it hits me. Bukan bentuk badan atau pakaian kita yang salah. Mentalnya orang-orang yang ngeliatin/becandain itu yang salah.

Iya, aku perempuan plus size. And it is possible that as long as I live, people will stare at me anyway. Terus kenapa aku harus berkorban untuk nggak dandan cantik, pake baju warna-warni, dan rok di atas lutut? Akhirnya pas kuliah semester akhir mulai berani berekspresi. Pake rok selutut dan di atas lutut yang mengekspos betis yang nggak seramping betis model, pakai sepatu lucu-lucu walaupun nomernya bukan 37 atau 38, pakai makeup, merawat diri,  pakai baju bermotif. Bahkan motif garis-garis sekalipun.

 

Tapi memang sampai kemarin ini aku belum terlalu berani pake baju yang flirty, yang “showing” atau agak ketat. Atau motif yang terlalu berwarna. Progressnya pelan, tapi pasti.

If you’re not a plus size person, you probably wont understand when I say this, but honestly, I’m sad that I only have low self-esteem when I’m here. Setiap kali aku traveling ke luar negeri, I feel beautiful. Aku ngerasa lebih pede, lebih bebas berekspresi. Tapi begitu balik ke sini, rasa pedenya itu seringkali menurun drastis.

Kemarin di London aku beli baju yang lucu-lucu. Tapi pas unpacking, sempet sedih dan terlintas “omg I’m never gonna wear these here”.  And that is heartbreaking.

Biasanya aku begitu. Traveling – beli baju lucu – nggak pernah dipake di sini – numpuk di lemari – pakai lagi kalau lagi traveling. Just because I was afraid people here will stare.

But then I’ve decided, this has to stop. Starting today, I will wear whatever clothes that brings me joy. I will feel beautiful. 

Because you know what?  People will stare anyway. So why not give them your best appearance. The one that makes you happy. 

People will stare anyway. So why would I give up my love of colorful patterns and swaying skirt dresses and only wear sad black oversized T-shirt instead?

No. I refuse to look sad and miserable just because I’m afraid of what people might say. If they want to stare, let them stare. I choose to feel beautiful.

 

Kalau kalian sedang mengalami hal yang sama, let’s do this together.

One day at a time, guys. Starting today we will feel beautiful every day.

 

with love,

Twelvi

Hostel Bertema Cabin Pesawat di Jepang

Sebagai orang yang suka traveling dan nggak mau menderita banget saat melancong (tapi juga nggak mampu kalau harus tiap hari menginap di hotel bintang lima), I always consider myself as a flashpacker. Kalau kalian tau istilah backpacker sebagai orang yang melakukan perjalanan dengan budget seminimal mungkin, flashpacker memadukan antara hemat dengan nyaman.

Itu juga yang membuat Hostel selalu jadi pilihan terbaik buatku saat traveling. Selain murah, Hostel juga memberikan kesempatan untuk jadi lebih berani bersosialisasi dengan strangers, berkenalan dengan teman-teman baru yang (tentunya) punya kesamaan dengan kita, yaitu traveling.

Awalnya mulai solo traveling sekitar 2012, I wasn’t a big fan of hostel. Karena dulu itu aku tipe orang yang kalau kenalan dengan orang baru, cenderung pemalu dan tertutup. Akhirnya selalu milih tinggal di hotel. Tapi lama kelamaan, penasaran juga dengan Hostel, dan sekarang malah ketagihan.

Hostel juga macem-macem konsepnya lho, dan nggak se-“ghetto” yang dipikirin orang-orang kok.

Di Jepang kemarin, aku coba Hostel dengan tema yang unik; First class cabin di pesawat. Namanya “First Cabin Hostel”. First Cabin ini cabangnya banyak di Tokyo dan Osaka, jadi nggak bakalan susah nemunya. Salah satu cabangnya ada di dalam Haneda Airport, pas banget buat yang nyampe di Haneda sekitar midnight.

Karena tiba di Jepang jam 11 malam, aku memutuskan menginap 1 malam di First Cabin Haneda. Untuk menuju hostel, cukup naik shuttle bus gratis dari terminal kedatangan, menuju Haneda Domestic Terminal. Naik eskalator 1 lantai, dan langsung ketemu deh hostelnya. Saking senangnya sama hostel ini, 3 malam terakhir di Tokyo, aku juga menginap di First Cabin, tapi yang di Akasaka.

Seperti namanya, First Cabin Hostel ini temanya adalah First Class Cabin di pesawat. Bahkan resepsionisnya juga seragamnya mirip pramugari dan pramugara pesawat! Capsule bed dengan atap yang tinggi membuat kita leluasa, nggak ngerasa sesak seperti di capsule hotel ala Jepang pada umumnya. Ada tirai penutup di tiap bed untuk privacy, TV 21 inch di dalam tiap cabin, headphone, colokan, ear plugs, dan laci yang dilengkapi kunci untuk menaruh barang berharga.

firstcab

Capsule bed

Snapshot_5

Hallway menuju capsule beds

Snapshot_6

Amenities: Piyama, headphone, handuk 1 set, sikat gigi, charger adaptor, ear plug

Snapshot_7

Kunci laci capsule bed

 

Snapshot_8

Laci capsule bed untuk menyimpan barang berharga

 

Harga per-kapsul per-malam adalah 500-550rb Rupiah. Ini sudah termasuk 1 set piyama untuk baju ganti, sikat gigi, pasta gigi, handuk besar, handuk kecil, handuk mandi untuk scrub badan, dan dipinjamkan juga adaptor charger serta kunci sepeda (rantai sepeda) untuk mengunci koper kita di kamarSaat check-in, kita akan diberikan kartu akses dan kunci untuk laci di tempat tidur kita. Di tiap dorm room disediakan beberapa bilik toilet, tapi untuk kegiatan seperti mandi dan laundry, letaknya di lantai yang berbeda.

20170526_175652

20170526_175659

Fasilitas pendukung lain:

  • Common Room yang luas dan dilengkapi beberapa buah vending machine untuk minuman, snack, es krim, bahkan minuman panas
  • SPA AIR PANAS. Yup. Di dalam shower room, ada ruangan yang namanya Sento, atau public bath house ala Jepang. Isinya adalah kolam air panas untuk berendam. Cocok banget buat yang badannya pegel-pegel habis jalan jauh. Tapi inget ya, untuk mandi di Sento, kamu harus terlebih dahulu mandi di shower menggunakan sabun, membilas diri, baru masuk ke kolam. Dan harus telanjang bulat. Nggak boleh pakai sehelai benangpun. Tenang, shower room perempuan dan laki-laki dipisah kok.

20170526_175709 (1)

20170526_175720 (2)

Okay, enough with the facilities, now on to my personal reviews.

First Cabin Hostel is the best hostel I’ve ever been to, so far. Pertama, atap capsule bed yang tinggi bikin tempat tidurnya lega banget, bisa duduk, berdiri, loncat-loncat, jungkir balik, salto, pokoknya lega. Kedua, shower room-nya paling keren sepanjang sejarah kehidupan perhostelan yang pernah aku alami. Tersedia toilettries lengkap mulai hand wash, soap, shampoo, conditioner, sampai cleansing oil, face moisturizer, dan body lotion, yang semuanya SHISEIDO. Sumpah. Shiseido. Hahahah.

20170526_175633

20170526_175646

20170526_175639

Tersedia juga cotton bud, kapas makeup, sisir dalam sachet (yup. Jadi tiap orang boleh ambil sepuasnya kaya permen), hair dryer, hair straightener (catokan), dan curling iron segala! Udah gitu, air kerannya bisa diminum loh, lumayan banget kan buat hemat uang jajan.

Kalau kamu tertarik, bisa booking online melalui websitenya http://www.first-cabin.jp dan bayar langsung saat check in. Jadi nggak perlu kartu kredit.

Highly recommended!

 

JAPAN TRIP 2017 Part 1 – Cabin Hotel, Asakusa, Ichiran Ramen

I traveled alone to Tokyo, Japan for the first time in May, and this is my #TravelReport

 

Trip ke Jepang ini bisa dibilang lumayan impulsif dan nggak terencana. I wanted to visit Japan, of course, but it wasn’t going to happen this year. Semua gara-gara promo tiket AirAsia awal Januari kemarin. Aku beli tiket PP seharga 5juta nett sudah termasuk bagasi 20kilo, Hot Seat, 2x makan di pesawat, dan in-flight TV/iPad Entertainment. Lumayan banget, kan? Gimana nggak khilaf coba :'(

5 juta mah ANA/Asiana juga bisa dapet Tuel, kalo lagi promo.

Iya bener, tapi tempat duduknya standar economy, sedangkan ini Hot Seat dengan leg room yang leluasa dan bisa pilih sendiri. Buat penerbangan panjang, menurutku Hot Seat itu ‘ngaruh’ banget sama kenyamanan kita.

Walaupun memang harus transit di KL, demi tiket murah adek ikhlas bang.

tiket

 

Bulan Mei ini musim transisi, karena spring sudah selesai tapi summer masih malu-malu. Biasanya Jepang paling diincar turis di musim spring dan autumn, mungkin karena itu juga makanya ada tiket promo. Karena ini pertama kali ke Jepang, jadi aku nggak terlalu masalah walaupun nggak kebagian spring. Toh, buat orang Jakarta yang udah terbiasa sama udara panas dan lembab, cuaca bulan Mei di Jepang masih sangat menyenangkan kok.

Matahari bersinar cerah, tapi udaranya sejuk sekitar 15-17 derajat Celcius, jadi nyaman banget walau jalan kaki kemana-mana.

 

Pocket WiFi

Sebagai orang yang selalu traveling solo alias sendirian, buatku koneksi internet jadi hal yang crucial  banget. Nggak bisa ditawar-tawar, deh. Apalagi di negara yang nggak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, sedangkan aku sama sekali nggak bisa bahasa Jepang.

Untuk modal bertualang, aku menyewa Pocket WiFi yang dibawa dari Indonesia, di website Tripvisto. Harganya murah, hanya sekitar 70rb per hari. Jadi untuk perjalanan kurang lebih seminggu, aku mengeluarkan biaya 490rb. Murah, dibandingkan harus beli tourist SIM Card di Tokyo. Kuotanya juga unlimited, dengan batas pemakaian wajar 1GB/hari (lewat dari itu maka kecepatan akan turun). Koneksi Pocket WiFi dari Tripvisto ini memuaskan banget, sinyal 4Gnya lancar tanpa gangguan, bahkan saat sedang di dalam subway sekalipun.

IMG_6763

 

Suica Card untuk Subway

Udah bukan rahasia deh kalo transportasi umum di Jepang agak membingungkan, karena satu moda transportasi bisa dimiliki oleh beberapa perusahaan sekaligus. Tapi yang paling sering jadi pilihan tentunya adalah Subway. Ada 2 subway system utama di Tokyo, yakni Tokyo Metro (lambang M biru) dan Toei (lambang daun hijau). Senengnya, nggak kaya di Korea Selatan, di Tokyo ini Google Map sangat akurat, termasuk petunjuk mengenai rute subway-nya.

Suica vs Pasmo, pilih mana?

Sebenernya kalau kalian fokusnya hanya di pusat kota dan naiknya Subway, sama aja kok. Mau Suica atau Pasmo, bebasin aja shay~

Suica bisa dibeli di Ticket Machine di stasiun-stasiun subway. Tapi karena aku sampai di Tokyo tengah malam, dan malas ribet, akhirnya aku beli Suica di Indonesia.

HAH? KOK BISA?

Bisa dong. Aku beli kartunya di Tripvisto juga, dan dikirim langsung melalui kurir. Jadi sampai di Tokyo tinggal top up seperlunya.

IMG_6762

 

Tiba di Tokyo Tengah Malam, Where To Go?

Kalo kamu mau ke Tokyo naik AirAsia, kemungkinan besar akan tiba di Tokyo tengah malam juga, kaya aku. Di Tokyo, ongkos taksi setelah jam 8 malam bisa mencapai 2x lipat, dan untuk sampai di pusat kota menggunakan taksi bisa mencapai 2juta rupiah! Subway terakhir jam 10 malam, dan bus terakhir ke pusat kota hanya di jam 11:30 malam. Sebagai budget-savvy traveler wannabe, aku menolak mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk taksi. Akhirnya pilihan jatuh pada hostel di area bandara Haneda, namanya First Cabin Hostel Haneda. First Cabin Hostel ini terletak di Terminal Domestik, dan untuk sampai di Terminal Domestik, kita bisa naik shuttle bus GRATIS yang ada di area arrival-nya Terminal Internasional. Cukup istirahat di sini satu malam aja sampai pagi, lalu langsung naik subway ke pusat kota.  Harganya? 500rb/cabin/malam. Murah banget dong dibanding harus naik taksi ke pusat kota tengah malam.

IMG_6431

 

Akomodasi di Pusat Kota

Karena terlanjur jatuh cinta berat sama Sensoji Temple di Asakusa, aku memilih ENAKA Hostel Asakusa sebagai penginapan selama 2 malam, supaya bisa puas mengeksplor wilayah Asakusa. Cukup 5 menit jalan kaki dari stasiun subway, 2 menit dari Sensoji Temple, dan dikelilingi banyak convenience store. Pokonya strategis banget!

enaka 1ni

(sumber: hotel4travel.jp)enaka 1

Here Is My 5 Days Itinerary in Tokyo, Japan:

1.Asakusa

Sensoji Temple di Asakusa jadi tujuan pertamaku di Jepang. Udah jatuh hati sama Sensoji sejak nyusun itinerary dan lihat foto-fotonya di internet. Ini salah satu kuil paling terkenal di Jepang, yang sudah ada sejak tahun 645. Memasuki wilayah kuil, kita akan disambut Kaminarimon (artinya: gerbang halilintar) raksasa yang berdiri megah. Sepanjang jalan mulai dari gerbang hingga ke kuil, banyak toko merchandise dan penjual street food. Area shopping street ini dikenal dengan nama Shin Nakamise Dori.

IMG_6438

IMG_6446

Di Shin Nakamise Dori, jangan lupa nyobain street food khasnya. Mulai dari Kibi Dango, Age Manju, Macha Tea, sampai Senbei.

IMG_6449 IMG_6453

IMG_6467

IMG_6478

Setelah puas icip-icip di Shin Nakamise Dori, di depan kuil kita bisa mencoba membaca peruntungan melalui ramalan yang disediakan. Caranya, masukkan donasi 100 yen ke kotak yang disediakan, lalu ambil wadah berisi kayu dan kocok hingga satu kayunya keluar. Di ujung kayu, akan ada huruf Kanji yang menunjukkan ramalan kita. Cocokkan dengan huruf yang tertera di laci, buka lacinya, lalu ambil kertas ramalan.

IMG_6486

IMG_6483

Aku senang banget karena kemarin dapat ramalan yang The Best Fortune. Semoga menjadi kenyataan. Kalau kamu dapat good luck, lipat dan simpan kertasnya dan bawa kemana-mana supaya jadi kenyataan.

Kalau kamu kebetulan dapetnya bad luck, kamu bisa melipat kertas ramalan, dan mengikatnya di tali yang disediakan. Konon, supaya bad luck nggak jadi kenyataan. Boleh percaya atau enggak.

Selain membaca ramalan, di Sensoji Temple kita juga bisa membakar dupa lalu mengucapkan permohonan. Dupa dijual seharga 100 yen di loket yang disediakan. Kita bisa membakar dupanya lalu menancapkannya di pasir/abu bekas dupa-dupa, mengucapkan permohononan, lalu mengarahkan asapnya ke tubuh dan kepala agar permohonannya terwujud.

IMG_6490 asaku2

 

Kalau ngeliat ‘air mancur’ di area kuil, namanya Chozuya atau Temizuya. Fungsinya untuk membersihkan diri sebelum masuk kuil dan berdoa. Hampir sama dengan wudhu buat umat Islam.
Karena itu, kita harus ikuti etiket dan peraturan sebelum ikut-ikutan coba cuci tangan di sini ya.

asaku1

Jadi, cara yang benar cuci tangan di Temizuya adalah:
– Ambil air pakai gayung dengan tangan kiri, basuh tangan kanan
– Ambil air pakai gayung dengan tangan kanan, basuh tangan kiri
– Ambil air pakai gayung dengan tangan kanan, taruh air di tangan kiri, basuh mulut
– Luruskan gayung ke atas agar sisa air membersihkan tangkai gayung
– Letakkan gayung dengan posisi terbalik

 

Asakusa nggak cuma tentang kuil, ramalan, dan street food. Di sekitar area Asakusa banyak juga toko-toko penjual pakaian, tas, sepatu, payung khas Jepang, jas, hingga tempat penyewaan kimono.

Pengen nyobain Ichiran Ramen yang terkenal itu? Nggak perlu buru-buru ke Shinjuku lalu ngantri 2 jam. Di Asakusa juga ada cabangnya, dan antriannya lebih manusiawi. Waktu ke sana, aku cuma mengantri 15 menit aja, dan itu lagi jam makan siang. Oh and, it was THE BEST ramen that I’ve ever had.

IMG_6513

IMG_6517

… bersambung ke post selanjutnya

 

CARA MENGURUS VISA JEPANG

24-29 Mei 2017 kemarin aku akhirnya kesampaian traveling ke Jepang.

Buatku Jepang membangkitkan memori masa kecil yang banyak dihiasi oleh komik-komik Doraemon, Detective Conan, serta kartun semacam P Man, Chibi Maruko Chan, atau Ninja Hattori.

Sejujurnya, Jepang bukan merupakan top 5 dream destination-ku jadi nggak pernah beneran sampe niat banget dan menunggu-nunggu trip ke Jepang. Tapi, biar gimanapun, Jepang tetap punya daya tariknya tersendiri di mataku. It’s quirky, weird, colorful, amazing, crazy but zen at the same time.

Bulan Januari kemarin, pas lagi iseng buka AirAsia, kebetulan lagi ada promo tiket Jepang 4juta nett PP. Ditambah pilihan bagasi PP 20kilo, hot seat, dan 2x makan, totalnya hanya 5juta nett aja. Lumayan banget! Akhirnya khilaf tak dapat dihindari.

 

 

japan2

 

Aku kemudian mengurus Visa di awal April. Karena belum punya ePassport, jadi aku harus mengurus visa turis regular (pemilik ePassport bisa mengunjungi Jepang tanpa Visa dengan maksimal kunjungan 15 hari) ke kedutaan Jepang di Indonesia.

Mengurus Visa Jepang ternyata mudah kok. Ini syarat-syarat dokumen yang harus dilengkapi:

– Paspor, lama dan baru, asli
– Form permohonan Visa Jepang. Download dan print dari sini –> http://www.id.emb-japan.go.jp/application2.pdf
– Fotokopi KTP
– Bukti pemesanan tiket pesawat PP. Ini penting karena mereka takut kita terlalu nyaman dan cari kerja di sana.
– Bukti pemesanan penginapan selama di Jepang. Kalau masih galau, aku selalu booking penginapan di booking.com yang bisa dibatalkan hingga beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan
– Japan Trip Itinerary, sesuai format yang ditentukan kedutaan Jepang. Download di sini –> http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html
– Kartu Keluarga, fotokopi dan asli
– Akte Lahir, fotokopi dan asli
– Surat keterangan bekerja (kerja kantoran, bukan kerja bakti. Minta dari HRD kantor tempat kita bekerja)
– Surat referensi kantor (lihat keterangan di atas)
– Slip gaji 3 bulan terakhir
– Rekening koran 3 bulan terakhir
– Surat referensi dari bank, dalam bahasa Inggris, ditujukan ke Kedutaan Jepang. Cantumkan saldo tabungan terakhir.
Biaya pembuatan Visa Jepang sekitar Rp.370.000
Setelah semua dokumen terkumpul, datanglah ke kedutaan Jepang di Indonesia. Ada beberapa lokasi di Jakarta, Medan, Makassar, Bali, dan Surabaya. Lengkapnya bisa lihat di sini –> http://www.id.emb-japan.go.jp/conind.html

Jam Kerja Bagian Visa

Hari Senin – Jumat (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan)
Pengajuan Permohonan Visa : pk. 08:30 – 12:00
Pengambilan Paspor : pk. 13:30 – 15:00

 

Aku sarankan datang pagi, kalau bisa sebelum 8:30, untuk menghindari antrian yang bisa kaya ular naga panjangnya bukan kepalang~

 

Setelah menyerahkan dokumen, staff kedutaan akan memberitahu kapan kita bisa datang kembali untuk menerima putusan mengenai aplikasi Visa (prosesnya cepat, biasanya 3-5 hari kerja aja kok).

 

Visa-ku sendiri selesai dalam 3 hari kerja. Cepat, lancar, tanpa hambatan. Mudah banget deh pokonya.

Selamat mengurus Visa dan semoga lancar ya!

Open Trip To South Korea with Me! 5D3N Seoul + Nami Island + Shopping + Cherry Blossom

Hai semuanya!

Karena lumayan banyak yang request di akun Twitterku untuk dibuatkan open trip ke Korea, jadi kali ini aku mau buka open trip pertama kali. Di open trip ini, kita akan jalan ke landmark-landmark di kota Seoul, lalu mampir sebentar ke Nami Island untuk napak tilas perjalanan cinta ala Winter Sonata (walau jomblo yang penting romantis), lalu berburu Sakura yang lagi cantik-cantiknya, lalu shopping trip ke pusat perbelanjaan paling tenar di Korea: Myeongdong!

Di Myeongdong nanti kita akan belanja-belanja manja. Di Myeongdong ada banyak hal untuk semua orang. Yang doyan makan bisa puas nyobain street food ala Korea, yang doyan makeup bisa jajan Korean makeup, yang doyan fashion bisa cek butik-butik super stylish dengan tren busana Korea, yang mau borong skincare Korea bisa puas banget, Di Myeongdong selalu banyak diskon jadi nggak mungkin ke Myeongdong nggak beli sesuatu hahaha!  Psssst, buat yang doyan K-Pop, di toko/cafe di Myeongdong suka ada press conference dadakan loh karena tau-tau ada boyband/girlband yang dateng cuma buat belanja. Siapa tau bisa ketemu member Shinee yang lagi jajan sheet mask! KYAAAAA~

Pokonya puas, nggak kalah sama inces Syahrini. :)))

 

Nah, walau aku bukan expert dan nggak pernah bawa orang banyak traveling, ada temen-temen profesional dari travel agent Omah Travel yang akan bertanggungjawab atas seluruh perjalanan kita. Jadi nggak usah kuatir karena bukan aku sendiri yang akan ngurusin peserta tripnya. Aman dan nyaman, deh.

 

Trip ini berdurasi 5 Hari 3 Malam, dan akan diadakan tanggal 21-15 April 2017 22-26 April 2017 (kok 5D3N gimana ngitungnya? Gini, dari Jakarta pesawat malam dan tiba di Korea pagi, jadi malam pertama kita lewati bersama dalam sukacita di atas pesawat).  Biayanya 9,9 juta sudah all in termasuk tiket pesawat Asiana PP, tipping guide dan driver, dan biaya pembuatan Visa loh! Pokonya tinggal duduk manja.

Pembayarannya juga bisa di-DP dulu, lalu sisanya dicicil sampai menjelang hari H.

Detailnya lihat di bawah ini ya 🙂

Langsung aja hubungi nomor di bawah ini untuk pemesanan tiketmu. Sampai ketemu di bandara!  <3

 

 

WhatsApp Image 2017-02-07 at 7.42.48 PM

05 Hari/03 Malam SPRING SONATA (3*)

(Nami Island – Mt. Sorak– Seoul Tour )

21-25 April 2017

 

Pesawat: ASIANA

Berangkat 21 April 2017 CGK – ICN 23:45 – 08:55 (+1)

Pulang 25 April 2017 ICN – CGK 17:15 – 22:15

 

Hari 1 : Jakarta – Incheon

Para peserta diharapkan sudah berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2 Keberangkatan International, 3 jam sebelum waktu keberangkatan untuk bersama-sama memulai perjalanan “SPRING SONATA “.

 

Hari 2 : Tiba di Incheon – Nami Island – Mt. Sorak (MS / MM)

Pagi hari tiba di bandara Incheon, Anda akan diajak mengunjungi Nami Island untuk melihat tempat shooting film drama “ Winter Sonata “. Setelah itu, acara dilanjutkan menuju Mt. Sorak untuk beristirahat.

  Bermalam di Sorak Daemyong Resort or Maremons or Simillar

 

Hari 3 : Mt. Sorak  – Ski Resort – Seoul      (MP / MS )

Setelah sarapan pagi, Acara tour hari ini adalah mengunjungi Kwongeumseong Fortress Hill dengan menggunakan Cable Car dan Shinheungsa Temple yang merupakan kuil tertua di Korea yang dibangun pada abad ke 7 untuk  melihat patung Grand Bronze Budha. Setelah selesai Anda akan kembali ke kota Seoul untuk mengunjungi  Dongdaemun Market.

Bermalam di Yoido Hotel, Youngdong Hotel or Simillar

 

Hari 4 : Seoul (MP / MS )

Acara tour hari ini adalah city tour mengunjungi  Gyongbok Palace, National Folk Museum, melewati Presidential Blue House, National Ginseng Outlet, Cosmetic Shop, DFS, Amethyst Showroom & Raisin Tree. Kemudian, Anda juga akan diajak untuk free shopping di kawasan Myeongdong Fashion Street & menyaksikan sebuah pertunjukan spektakuler BIBAP SHOW/NANTA SHOW/ Similar.             

Bermalam di Yoido Hotel, Youngdong Hotel or Simillar

 

Hari 5 : Seoul – Incheon – Jakarta (MP)

Setelah sarapan pagi, Anda akan diantar untuk bereksperimen membuat “KIMCHI” yang merupakan salah satu menu terfavorit di Korea dan juga memakai baju tradisional Korea “Hanbok.  Sebelum ke Airport kita akan singgah terlebih dahulu Ke Korean FOOD & Souvenir Supermarket. TOUR SELESAI.

 

Catatan: Hotel Twin Room (Share)

 

BIAYA TOUR TERMASUK

  • Tiket pesawat kelas ekonomi : Asiana Airlines/Garuda Airlines
  • Bagasi 20kg/peserta sesuai ketentuan Airlines.
  • Akomodasi hotel berdasarkan 1 kamar berdua
  • Makanan sesuai program.
  • Tour sesuai program.
  • Tiket masuk Objek wisata
  • Transportasi dan pemandu wisata sesuai program.
  • Air Mineral selama tour 1 botol/orang/hari
  • Tipping guide, driver dan TL
  • Visa korea

 

 

BIAYA TOUR TIDAK TERMASUK

  • Biaya pengeluaran pribadi seperti: laundry, mini bar, telpon, dll.
  • BiayaTour tambahan
  • Asuransi pribadi.
  • Biaya kelebihan bagasi.

 

PENDAFTARAN

  • Uang muka sebesar 2,000,000/ Pax, beserta dengan poto copy KTP/pasport peserta
  • Pelunasan maksimal 2 minggu sebelum keberangkatan.
  • MINIMUM QUOTA KEBERANGKATAN: 20 PESERTA DEWASA

 

CATATAN PENTING

Perhitungan harga paket tour dihitung berdasarkan harga terbaru dari hotel, transportasi dan lainnya.Dimana harga paket tour dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

 

Syarat & Kondisi:

  1. Keberangkatan Group harus minimun 20 orang dewasa akan didampingi Tour Leader.
  2. Tidak ada pengembalian uang untuk tour / objek wisata yang tidak dipakai selama tour berjalan.
  3. Acara tour & harga dapat berubah sewaktu-waktu dengan / tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sesuai dengan peraturan pihak penerbangan dan tempat wisata setempat.
  4. Acara perjalanan ini termasuk shopping tour, apabila tidak mengikuti shopping stop akan dikenakan charge USD 200/orang

 

HUBUNGI :

Rasty Susanty – 0856 4789 1188 (WA/CALL)