Magical May 2012 day 1: Sepuluh Syukur

1. Aku bersyukur jadi bagian dari keluarga besar yang luar biasa. Kakek yang bijaksana, nenek yang penuh cinta. Tante-tante yang saling sayang satu dengan yang lainnya. Aku bersyukur untuk rak-rak buku di ruang tengah rumah kakek, dan peta dunia raksasa yang digantung di balik pintu samping, yang sejak aku masih kecil digunakan kakek untuk memperkenalkan aku pada dunia.

2. Aku bersyukur untuk Mama. Perempuan yang kasihnya luar biasa. Mama mungkin bukan perempuan tercantik di dunia, bukan pula yang paling nikmat masakannya, atau yang paling merdu suaranya. Tapi sejauh ini, baru di pelukannyalah aku benar-benar merasa di rumah. Perempuan yang kuat, yang karena caranya mencintai ia kujadikan Guru pribadiku, bahkan tanpa ia tahu.

3. Aku bersyukur untuk Papa. Laki-laki pertama yang membuat aku “jatuh hati” sekaligus patah hati. Mengajarkan aku untuk mengagumi juga memaafkan, tanpa batasan. Laki-laki pertama yang berdebar-debar khawatir menunggu, saat aku melanggar jam malamku. Laki-laki yang mungkin bukan ayah paling sempurna di mata dunia, tapi aku tahu ia akan selalu rela memberiku kehidupan dengan segala yang ia punya. 

4. Aku bersyukur untuk kedua adikku. Dua jiwa yang Tuhan hadirkan setelah aku untuk menjadi cermin. Untuk ingat melihat ke dalam, jika suatu hari aku sudah terlalu melangkah ke luar. Dua jiwa yang di depannya aku merasa nyaman menjadi diriku sendiri, tanpa harus takut mereka akan berpaling lalu pergi. Dua jiwa yang mengagumi dan merindukan aku yang tak sempurna ini dengan diam-diam, tak peduli seberapa pelik kelihatannya kami bertengkar semalam.

5. Aku bersyukur untuk teman-teman baik. Yang mungkin kelihatannya datang dan pergi, tapi sesungguhnya sudah terlalu saling mengenal satu sama lain untuk enggan kembali. Yang mungkin tidak selalu ada, tapi aku tahu kami saling mendukung dalam doa. Teman-teman yang akan masuk daftar undangan teratas di hari pernikahanku nanti. Aku mencintai mereka sebesar juga sesederhana itu. Kristin, Dina, Eva, Echa, Anjani, Cweti, Sheilla, Puy, Dita, Ria.  Aku bersyukur untuk teman-teman baru yang tidak terhitung jumlahnya bukan karena banyaknya, tapi karena hangatnya.

6. Aku bersyukur untuk pekerjaan dan penghasilanku. Untuk hal-hal yang bisa kumakan, kuminum, kusinggahi, dan kupakai dari hasil kerjaku sendiri. Juga untuk penemuanku akan passion yang ingin kucapai seiring aku bertambah tua nanti.

7. Aku bersyukur untuk tubuhku. Oke, aku mungkin bukan 36-24-36 dan kadang ada yang ingin kuperbaiki dari diriku sendiri. Tapi dengan tubuh ini aku sudah melewati banyak perkara, mengunjungi banyak tempat, dan merasakan banyak hal. Aku yang utuh adalah aku yang ini. Tidak ada alasan bagiku untuk membenci diri sendiri. Inilah aku dengan semua cela. Bekas jerawat, bekas luka sundutan rokok di belakang tangan kiri, selulit jejak menstruasi pertama, tanda imunisasi di bahu kiri, hingga bekas luka di hati yang tak kasat mata, semuanya.

8.  Aku bersyukur untuk panca indera yang memungkinkan aku melihat, menyentuh, dan mencicipi dunia dalam berbagai warna, tekstur, dan rasa. 

9. Aku bersyukur untuk hatiku dan kemampuan merasa yang dimilikinya. Setiap jatuh hati, setiap patah hati. Aku bersyukur untuk kapasitas cintaku sendiri, keteguhannya untuk setia, untuk memaafkan ketika dikecewakan, dan untuk melupakan ketika memang diperlukan.

10. Aku bersyukur sudah diberi kesempatan melalui kehidupan yang sekarang sebagai aku yang sekarang. Aku percaya segala sesuatu, bahkan benda mati, punya tujuan dan guna bagi yang lain. Aku bersyukur untuk setiap nafas, setiap detik yang terlewat, setiap tetes air mata, setiap gelak tawa, setiap rintik hujan, setiap sengat matahari. Semua.

Terima kasih..

Terima kasih..

Terima kasih..

🙂 

Magical May 2012. day 1 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *