Magical May 2012 day 7: Biggest Stone, Tallest Wall

  • Daftar hal yang disyukuri dari 6 Mei 2012
  • 1 masalah/situasi terberat yang dialami saat ini dan ingin dituntaskan sekarang juga – buat daftar hal yang paling disyukuri dari masalah tersebut
.

.
.
Aku bersyukur untuk:
1. Waktu istirahat sehari penuh. Di rumah. Sendiri. 🙂
2. Mendung yang diikuti gerimis seharian. Jakarta pada titik terindahnya.
3. Bisa bangun siang, sarapan, mandi, ketiduran lagi, bangun-bangun udah sore. Dalam 3 minggu terakhir, akhirnya bisa istirahat seharian di rumah dan nggak kemana-mana. Males-malesan yang berkualitas.
4. Kunjungan “berkualitas” Tassia ke kamar. Sedikit ngobrol masalah cewek, lalu cekikikan bareng.
5. Gulai Tuna
6. Warung Bu Mimi. Really, di rusun yang terdiri dari 3 blok dan 10 lantai ini, cuma ada 3 warung nasi di dalam gedung, dan warung bu Mimi dekat sekali dengan kamarku. Bisa bebas mondar-mandir pake baju tidur dan rambut amburadul di hari malas sedunia. :))
7. Ditraktir makan bakso dadakan di pinggir jalan
8. Air bersih. 
9. AC kamar yang sejuk
10. TV tabung 21inci kesayangan yang masih bagus walaupun umurnya sudah nyaris 6 tahun. Dibeli pake duit tabungan sendiri jaman kuliah dulu. Nggak akan aku ganti kalo nggak perlu. :’)
.
.
.
.
Situasi terberat yang aku alami sekarang ini adalah menerima. Menerima kenyataan, menerima kehilangan. Ini bukan yang pertama kali, tapi rasanya ini yang tersulit. 
Aku harus menerima kenyataan bahwa aku kehilangan sesuatu yang selalu kuminta pada Tuhan, setiap hari nyaris dua tahun belakangan ini.
Kehilangan sesuatu yang telah jadi bagian dari hidupku dua tahun belakangan ini, yang sempat kupikir rumah buat hati ini.
Aku harus menerima kehilangan. Kehilangan pengharapan akan hal tersebut.
Kehilangan kemauan untuk menunggu.
Kehilangannya.
.
Tapi aku bersyukur untuk perkara ini, sebab:
1. Aku jadi punya waktu untuk lebih fokus pada mimpi-mimpi dan tujuanku sendiri. Sebelum dua tahun belakangan ini, ada banyak rencana dan mimpi.
2. Jadi punya waktu untuk ngurusin Sole And Soul. 🙂
3. Aku jadi banyak bercermin, dan bertekad memperbaiki diriku sendiri.
4. Aku “dipaksa” mengerti, bahwa Tuhan mungkin tampaknya tidak memberikan apa yang kuminta, semata karena Dia sedang menyediakan apa yang kubutuhkan.
5. Aku dibuat lebih paham bahwa perasaan memang tidak boleh dipaksakan.
6. Aku dibuat lebih bersyukur untuk semua yang sudah aku miliki
7. Aku mampu berpikir dengan logika, dan tiap kali rasa sesak muncul di rongga dada, aku bisa menarik nafas panjang dan berkata pada diri sendiri: “Untunglah..”
8. Aku lebih bisa membedakan, mana kebutuhan, mana kesepian.
9. Aku paham sekarang, cinta harus saling memiliki. Jika tidak saling memiliki, maka cinta itu tidak tercipta untukku.
10. Aku jadi lebih mengasihi diriku sendiri. 
.
Terima kasih..
Terima kasih..
Terima kasih..
🙂

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *