The Red String of Fate – Untuk yang Datang Tiba-tiba

Di dunia ini, aku tidak percaya kebetulan.

Kepercayaan Cina kuno mengatakan, setiap orang punya benang merah tak kasat mata yang mengikat pergelangan kakinya, yang saling menyambung dengan benang merah di pergelangan kaki orang lain. (di kepercayaan Jepang kuno, benang merah ini mengikat kelingking setiap orang dan menyambung dengan benang merah di kelingking orang lain)

Jalinan benang merah itu bisa saja kusut, atau merenggang, tapi ia tak pernah putus.

Katanya, jka dua titik sudah ditakdirkan untuk saling berhubungan, Semesta akan menemukan cara agar dua titik tersebut saling bersentuhan. 

Tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa jauh jarak yang harus ditempuh, atau betapa banyak kejadian-kejadian dalam hidup yang harus dilalui sebelum dua titik itu dipertemukan.

Di dunia ini, aku percaya semua punya maksud dan tujuan, bahkan benda mati sekalipun.

Aku dan kamu, misalnya. 

Aku percaya kita adalah dua titik yang ditakdirkan Semesta untuk saling berhubungan.

Dua hidup yang ditakdirkan untuk saling bersentuhan.

Mungkin untuk saling menyembuhkan.

Atau bahkan sekedar saling menguatkan dan mengingatkan untuk bertahan.

Atau, sekedar untuk membuat hidup satu sama lain sedikit lebih bahagia.

Jalan cerita di depan, aku belum tahu.

Semesta menyerahkan itu pada kita dan waktu.

Aku percaya kamu ada dalam hidupku karena berbagai alasan suci. 

Semoga salah satu alasan utamanya adalah karena aku tak bisa mengecup keningku sendiri.

Teruntuk yang datang tiba-tiba.

Terima kasih telah membuat aku tertawa.

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *