Mencintai Diri Sendiri (Dengan Selfie?)

Semua diawali dengan tweet dari Teh @NitaSellya mengenai plus size fashion bloggers Indonesia, beberapa bulan yang lalu.

“Di Indonesia ada fashion blogger yang badannya ukuran besar gak sih? Perasaan nemunya yang langsing intimidatif melulu.”

Percakapan seru antara saya, teh Nita, dan beberapa teman-teman lain di timeline menjadi semakin hangat hari itu. Sampai di satu titik saya tersadar bahwa memang benar, di Indonesia kayanya langka sekali ada plus size fashion blogger yang bisa jadi inspirasi perempuan

Diskusi terus memanas sampai entah siapa yang mulai celetuk duluan, seseorang mendorong saya untuk serius jadi plus size fashion blogger.

Awalnya nggak pede, karena melihat betapa social media bisa menjadi sarana bully yang demikian kejam. Tapi kemudian ada salah satu follower yang bilang, bahwa seringkali bukan masalah ukuran atau penampilan, bullies will be bullies.

Dan benar kok, banyak sekali fashion blogger yang saya follow di social media (mau plus size atau enggak) yang tampilannya udah flawless banget, tapi masih ada aja troll yang komentar jahat. People can be really mean sometimes.

So, akhirnya setelah pertimbangan, dukungan orang sekitar, dan persiapan mental yang cukup, saya mulai beranikan diri upload foto-foto selfie OOTD di Instagram dan Twitter. Hasilnya sangat mengejutkan, beberapa followers malah sampai nungguin saya posting OOTD baru. Baik sekali.

Efek paling positifnya, semakin sering saya berkutat di depan kaca dan berdandan, semakin saya percaya diri dan semakin saya mencintai diri saya sendiri. Every curve, every flaws, every scars. Semakin sering saya foto-foto diri sendiri, semakin saya paham angle yang terbaik seperti apa, lalu pencahayaan yang baik seperti apa, dsb.

Semakin serius untuk menghasilkan foto yang bagus, saya mulai mempertimbangkan penggunaan kamera yang lebih profesional, dan bukan lagi kamera HP saja. Tapi ya namanya juga apa-apa dilakukan sendirian, mau nggak mau pakai bantuan tripod dan timer. Awalnya, sumpah agak malu. Bayangin aja, pakai kamera beneran (so far saya cuma punya Canon 1100D) dan pake tripod segala, tapi… Selfie. Diliatin orang tuh udah pasti jadi resiko utama. Hahahaha.

Waktu jalan-jalan ke Danau Toba bulan Desember lalu, adalah pertama kalinya saya beranikan diri selfie di ruang terbuka dengan kamera dan tripod. Soalnya, pemandangan sekitar yang bisa dijadikan background luar biasa bagusnya, I just couldn’t help it. *alesan*

 

Foto ini, misalnya, diambil dengan cara meletakkan kamera + tripod di pinggir jalan setapak, dan saya berdiri di seberangnya. Berhenti, lari, atau menunduk saat banyak turis/warga lokal lewat jadi hal biasa yang harus saya hadapi hari itu. Teknik foto saya masih basic banget dan perlu banyak latihan, tapi saya akan kasih nilai 9 untuk kemampuan saya… menahan malu. :))

image

 

Tidak lama, adik saya datang dan menawarkan bantuan untuk foto-foto. 

Ternyata nggak cuma saya yang malu-malu diliatin orang karena selfie, tapi adik saya juga malu karena dalam usahanya mengambil foto terbaik, dia juga harus berpose aneh-aneh. Saya melihat dia jongkok, membungkuk, berdiri, lalu jongkok lagi demi mendapatkan angle foto yang bagus.

They say a picture says a thousand words, I agree. Karena seringkali sebuah foto bukan lagi tentang objeknya, tapi tentang momen yang terjadi di baliknya. Ini foto yang “nggak sengaja” terjepret, waktu saya ngetawain adik saya yang berusaha mengambil foto saya sampai harus jongkok dan nyaris jatuh.

 image

Perjuangan setiap orang untuk menghasilkan foto yang bagus memang macam-macam,dan setiap foto pasti punya kisahnya sendiri. Seperti halnya para fotografer di video #ShootMyBest dari Canon ini. Wah ternyata di luar sana banyak yang lebih nekat dari saya! XD

Buat saya, selfie OOTD lebih dari sekedar mengikuti tren saja, tapi juga upaya untuk lebih mencintai diri sendiri (karena saya akan didorong untuk terus tampil baik tiap hari). Untuk lebih meningkatkan percaya diri. Dan semoga bisa menularkan semangat positif yang sama buat perempuan-perempuan yang merasa dirinya tidak cantik. 🙂

Salam sayang,

Twelvi

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *