10 Makanan Yang Harus Kamu Coba Di Seoul, Korea Selatan

I traveled alone to Korea and I ate my way through Seoul. All I can say that it was an amazing journey. The food was delicious! So, ini adalah 10 Makanan yang Harus Kamu Coba Kalau Kamu Ke Seoul versiku:

 

  1. Tteokbokki

Tteokbokki Tteokbokki

Buat yang suka nonton K-Drama, pasti udah nggak asing lagi sama nama street food Korea satu ini. Tteokbokki atau Dokbokki adalah kue beras yang dibentuk silinder, dipotong-potong, lalu disiram dengan kuah merah manis pedas. Aku udah sering makan Tteokbokki di Jakarta, baik di restoran ala Korea maupun beli instan. But let me tell you something, eating Tteokbokki straight from the street cart was totally different! Nggak cuma rasanya aja yang beda karena tiap penjual biasanya beda-beda racikan bumbunya, tapi juga pengalaman makan di Pojangmacha (warung tenda Korea) itu yang seru.

Tteokbokki biasanya disajikan dengan irisan tipis Odeng (fish cake) dan dijual seharga 2,500KRW-an. Buat kamu budget traveler, ini oke banget buat pilihan makan murah. Oh iya, kalo beli Tteokbokki, kita juga akan dikasih segelas Guk (kuah sup oden hangat) buat minum.

Where To Find: Warung tenda/street food cart di tempat-tempat keramaian di seluruh Seoul

 

  1. Eomuk

Eomuk

Eomuk atau Odeng adalah fish cake atau bakso ikan ala Korea berbentuk lembaran pipih. Jika disajikan dengan kuah, namanya berubah jadi Eomuk Guk atau Odeng Guk (Guk: sup). Nah, ini juga sering banget muncul di K-Drama nih, apalagi adegan malam hari. Penjual Eomuk Guk emang biasanya baru berjualan sore sampai tengah malam, karena udara Korea yang dingin syahdu emang paling pas kalau dijodohin sama yang hangat berkuah begini. Harga setusuk Eomuk (plus kuah yang free flow) biasanya 1,500KRW s/d 2,000KRW tergantung penjualnya. Rasa kuahnya juga macem-macem loh, ada yang kaldu ayam, ada yang kaldu kepiting. Ada yang original dan ada yang pedas. Buatku ini street food wajib buat malam hari yang dingin.

Where To Find: Warung tenda/street food cart di tempat-tempat keramaian di seluruh Seoul

 

  1. Gyeranbbang

gyeranbbang gyeranbbang

Masih dari keluarga street food, Gyeranbbang  ini adalah makanan yang paling sering aku makan di Korea. I ate this literally everyday while I was in Seoul. Hahaha. Gyeranbbang arti harafiahnya adalah kue telur (Gyeran: Telur, Bbang: Kue). Namanya emang sederhana, tapi rasanya enak banget. Tekstur kuenya sangat mirip kue bolu, empuk lembut dan moist. Lalu diberi satu butir telur utuh. Di atasnya kadang diberi topping keju atau biji-bijian.  Dimasak dengan cara dipanggang sebentar lalu dikukus di atas uap panas supaya tetap lembab dan hangat. Oh my goodness… I can’t. Satu buah Gyeranbbang harganya sekitar 1,000KRW s/d 2,000KRW tergantung lokasi penjualnya.

Where To Find: Warung tenda/street food cart di tempat-tempat keramaian di seluruh Seoul

 

  1. Samgyetang

samgyetang samgyetang

The famous Korean Ginseng Chicken Soup! Samgyetang ini udah jadi makanan tradisional Korea sejak ribuan tahun lalu. Ciri khasnya adalah seekor ayam yang dimasak utuh di kuah kaldu, dan di dalamnya dimasukkan beras ketan dan ginseng. Proses masak yang berjam-jam bikin beras ketan di dalam ayam matang dan membuat kuah agak mengental, dan daging ayam jadi super lembut sampai copot-copot dari tulangnya padahal cuma disenggol manja. Duh, pokoknya one of the best meals I had in Seoul! Satu porsi Samgyetang harganya sekitar 11,000KRW. Ini satu ekor ayam, lho! Biar nggak fail, aku rekomendasikan untuk makan Samgyetang di tempat legendaris: Tosokchon Samgyetang. Jangan lupa juga cobain Kimchi sawi dan lobaknya, ya. I found the BEST Radish Kimchi in this restaurant.

Where To Find: Tosokchon Samgyetang, 5 Jahamun-ro 5-gil, Jongno-gu, Seoul, South Korea

 

  1. Kalguksu

kalguksu

kalguksu

Kalguksu adalah mie kuah ala Korea yang mie-nya dibuat handmade lalu dipotong dengan pisau, sehingga ukurannya kasar tidak beraturan. Disajikan dengan kuah kaldu dan beberapa buah JJin Mandu (pangsit rebus Korea) serta Kimchi sebagai pelengkap. Di Myeongdong ada restoran yang terkenal banget dengan Mandu dan Kalguksunya, yakni restoran Myeongdong Kyoja. Seporsi Kalguksu harganya 8,000KRW sudah termasuk free flow iced green tea dan kimchi. Btw, Kimchi sawi di restoran ini menurutku beda dengan Kimchi lain yang pernah aku coba, enak banget! Sepertinya sudah difermentasi sekian lama sehingga lebih asam, lebih pedas, lebih gurih, dan lebih berbau alkohol (?).

Where To Find: Myeongdong Kyoja, 25-2 Myeongdong 2(i)-ga, Jung-gu, Seoul, South Korea

 

  1. Mandu

Mandu

Mandu atau Korean Dumplings adalah pangsitnya orang Korea. Ada yang dikukus (Jjinmandu), digoreng (Gunmandu), dan ada juga yang disajikan dengan kuah (Mandu-guk). Mandu bersaudara ini, apapun bentuknya, selalu enak. Isiannya juga macam-macam, ada daging polos, kimchi dan daging, daging dan sayur, bahkan ada juga yang isinya daging dan Japchae. Waktu nyasar nyari Money Changer di area Ssamziegil, aku ketemu satu restoran Mandu yang letaknya di pojokan, bernama Bukchon Son Mandu.  Walau kecil dan mojok, antrian pembeli sampai hampir tumpah ke jalan lho. Dan nggak heran. Mandu yang renyah dan isian yang gurih jadi cemilan yang cocok saat jalan-jalan sore di Ssamziegil. Seporsi Gunmandu dijual seharga 4,000KRW berisi 3 buah Mandu.

Where To Find: Bukchon Son Mandu, 6 Insadong 3-gil, Jongno-gu, Seoul

 

 

  1. Sundae

sundae sundae

Sundae atau Korean Blood Sausage adalah sosis tradisional ala Korea yang terbuat dari usus babi/sapi yang diisi daging babi/sapi giling dicampur cincangan mie kenyal dan darah babi/sapi. Sundae dimasak dengan cara direbus atau dikukus lama hingga matang, lalu dipotong-potong dan disajikan dengan garam dan lada. Memang terdengar ekstrim ya, karena pakai darah hewan. Sundae bisa disajikan original seperti ini, atau dibuat tumisan pedas, atau dibuat sup kuah bernama Sundae-guk. Kemarin pertama kalinya aku coba makan ini dan ternyata rasanya not bad at all. Nggak ada rasa aneh, anyir, amis, atau rasa tidak nyaman lainnya. Yang ada justru lembut, gurih, hangat, dan kenyal. So it is true, when you are traveling, try to open up and experience new things every day. Because you might end up liking it.  Seporsi Sundae plus irisan hati sapi rebus ini diberi harga 5,000KRW sudah termasuk kuah sup free flow sebagai minuman.

Where To Find: Gwangjang Market

 

  1. Korean BBQ

samgyeopsal

When in Korea, eat what Koreans eat: Gogigui!

Gogigui secara harafiah artinya adalah daging bakar. Jadi segala macam BBQ bisa disebut Gogigui, yang membedakan hanya potongan atau jenis daging apa yang kita pesan. Di Jakarta aja Korean BBQ selalu antri kan karena memang enak, jadi di mana lagi tempat paling sempurna buat makan Korean BBQ selain di asalnya. I don’t know why but pork in Korea is much much better than pork in Indonesia. Hahaha. Must be in the way they raise and feed the cattle? Entahlah haha.  I ordered Samgyeopsal-gui (Pork Belly BBQ) and the staff grilled the meat on my table, in front of me. Seporsi Samgyeopsal harganya sekitar 12,000KRW sudah termasuk free flow salad, side dish, dan Ssam (daun-daunan buat membungkus daging bakar). Perut kenyang hati senang!

Where To Find: Kang Ho-Dong Baekjong, 3-3 Myeong-dong, Jung-gu, Seoul, South Korea

 

  1. Galchi Jorim

galchi jorim galchi jorim

Saya ke Namdaemun Market sore-sore cuma demi makanan yang satu ini! Galchi Jorim atau Spicy Hairtail Fish Stew adalah Ikan Layur Kuah Pedas ala Korea yang dimasak berjam-jam dengan potongan lobak hingga kuah mengental dan lobak jadi sangat lembut. Di Namdaemun Market, sampai ada satu gang sendiri yang isinya adalah restoran-restoran yang khusus jual Galchi Jorim. Nggak ada yang kelihatan spesial dari restoran tempat saya makan, cuma restoran tradisional dijaga bapak ibu tua yang tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Semuanya terlihat seperti homey. Termasuk peralatan makan yang juga sangat rumahan. Tapi justru itulah keistimewaan Galchi Jorim. Masakan rumah yang konon mulai jarang dimasak generasi muda Korea (karena masaknya butuh waktu lama) ini membuat saya jatuh hati di suapan pertama. Kuah yang pedas manis gurih, dengan daging ikan yang manis lembut, dan lobak yang lunak, rasanya bikin nggak pengen berhenti makan. Cocok banget dinikmati sore hari di suasana Namdaemun market yang masih tradisional. Seporsi Galchi Jorim dengan nasi putih hangat harganya 7,000KRW sudah termasuk free flow air putih.

Where To Find: Galchi Jorim Alley, Namdaemun Market, Seoul

 

  1. Gamjatang

gamjatang gamjatang

Gamja dalam bahasa Korea punya dua arti: Kentang, atau Tulang Belakang Babi. Gamjatang adalah perpaduan keduanya, Sup Tulang Babi dengan potongan Kentang dan Kimchi Sawi. Kuahnya gurih, sedikit asin, dan sedikit pedas tapi masih cenderung light sehingga bikin terus-terusan nyeruput. Juara deh! Dagingnya juga empuk banget sampai copot-copot dari tulangnya. Goodness gracious…  Another favorite of mine! Seporsi Gamjatang dengan nasi putih dan free flow ice green tea harganya 8,500KRW

Where To Find: One Dang Gamjatang, Myeongdong

 

  1. Bonus: Strawberry

img_0504

Sebelum kamu mengernyitkan kening dan komen “Kok Stroberi doang masuk list sih?”, let me tell you one thing my friend. You haven’t taste a good strawberry if you’ve never had Korean strawberry. Stroberi Korea ini nggak becanda enaknya. Selain ukurannya yang jumbo (beneran, 5xnya stroberi Indonesia), stroberi Korea semuanya manis-manis banget. Nggak ada deh tuh rasa asamnya sama sekali. I couldn’t even believe it myself. Sekotak stroberi merah manja nan menggoda ini cuma 4,000KRW di Gwangjang Market. I bought 3 boxes of this juicy goodness and it was THE BEST strawberry I have ever tasted in my life. Take it from someone who already spent too much money on buying high quality Strawberry in Jakarta. Hahaha.

 

Gimana, udah mulai laper? :p

2 Comments

  1. 19 January 2017 at 5:42 am

    Wuaaah aku jadi ngiler baca review kamu. Sejauh ini baru nyobain tteokbokki, gyeranbbang, sama Korean BBQ. Gak berani kuliner macem-macem di Korea karena aku gak bisa makan babi. :)))

    Cuma jadi penasaran mau nyobain eomuk sama samgyetang. Btw strawberry di Jepang juga kayak di Korea. Gede-gede, manis, dan murah (tapi lebih murah di Korea ya bok!). Kalau di Kemchick dijual bisa 200rebu lebih. T___T

    • twelvifebrina
      Reply
      6 February 2017 at 7:09 am

      Samgyetang enaaaaaaak banget huhuhu :’)
      Iya stroberinya gokil sih, aku kalo ke Korea lagi mau borong =)))

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *