SOUTH KOREA TRIP 2016 Part 1 – ISTANA GYEONGBOKGUNG DAN AYAM GINSENG KHAS KOREA

I traveled alone to Seoul, South Korea few months ago, and this is my #TravelReport

Pesawat AirAsia yang aku tumpangi berangkat dari Kuala Lumpur pukul 01:00 pagi waktu setempat, dan tiba di Incheon International Airport, Korea Selatan pukul 08:20 pagi waktu setempat. Walau sudah bulan Mei dan musim semi sudah lewat, aku disambut dengan udara dingin dan angin yang sangat segar di Korea.

 

Rental SIM Card

Tiba di Incheon, aku langsung bergegas menuju meeting point yang sudah dijanjikan untuk bertemu dengan tim YassGo, layanan rental SIM Card di Seoul. Dengan membayar kurang lebih $1 per hari, aku menyewa SIM Card 4G dengan kuota internet unlimited untuk bekal menjelajahi Seoul.

yassgo

yassgo

 

T-Money Card untuk Bekal Menjelajah Seoul 

Aku memilih untuk naik subway kemana-mana selama di Seoul, jadi aku butuh T-Money Card sebagai karcis/tiket elektronik. Starter kit-nya bisa dibeli di convenience store di airport Incheon seharga 11,500KRW dan 5,000KRW adalah deposit yang bisa dikembalikan kalau kita refund saldonya. Jadi saldo awal adalah 3,500KRW dan bisa di top up seperti isi pulsa. Satu kali perjalanan dengan subway biasanya seharga 1,250KRW.

T money card

 

Transportasi Dari Incheon ke Pusat Kota Seoul

Ada dua pilihan, kita bisa naik Bus atau Kereta Api Bawah Tanah AREX. Bus lebih mahal dan perjalanannya lebih lama ketimbang AREX. Karena aku sampai di Korea pagi hari dan ini adalah kunjungan pertama kali, aku memilih naik bus supaya bisa melihat-lihat suasana sepanjang perjalanan. Ada banyak rute bus sesuai dengan area tujuan kita di Seoul. Harga tiket 11,000KRW per orang, dan perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam dari Incheon ke tujuan akhirku, Myeongdong.

incheon incheon

 

Akomodasi

Karena tujuan utama adalah beauty shopping dan makan-makan, aku memilih penginapan di pusat Myeongdong, di dekat stasiun subway supaya gampang kemana-mana. Di 5 malam pertama aku menginap di 24 Guesthouse Myeongdong seharga Rp.580.000 per malam (single bed, private bathroom, air panas, tanpa breakfast), dan di malam terakhir aku menginap di Hotel Skypark III Myeongdong seharga Rp.970.000 per malam (double bed, private bathroom with bath tub, air panas, with breakfast).

myeongdong

snapshot_38

snapshot_39

 

Tempat Yang Aku Kunjungi di Korea Selatan

1.Gyeongbokgung Palace

Sebagai salah satu landmark paling ikonik di Korea Selatan, rasanya nggak mungkin kalo aku nggak berkunjung ke Gyeongbokgung Palace. Awalnya aku pikir yaudahlah buat formalitas aja datengin landmark. But oh boy, I was wrong. This place is much more than just another tourist must-visit place. The palace was extremely gorgeous. Tempatnya sendiri sangat besar dan areanya sangat luas. Baru jalan di depan Gwanghamun (gerbang masuknya) aja, aura megah dan gagah langsung terasa. Such a beautiful place. Nggak heran, nggak cuma turis yang masih suka kesana, bahkan penduduk lokalnya sendiri suka banget. I’m glad I made the right decision to go there.

gyeongbokgung

 

2. Tosokchon Samgyetang

One of the most legendary places to eat Samgyetang. And even though I had to wait in line for 30 minutes, I’m glad that this was the first meal I had in Seoul. I can eat this every day for the rest of my life.

tosokchon samgyetang

samgyetang

 

3. Bukchon Hanok Village

I saw this place on the internet for so many times and I fell in love since I don’t even remember when. Dan pada saatnya akhirnya bisa sampai ke sana, aku makin jatuh cinta. Area ini cantik dan meneduhkan sekali. Rasanya kaya balik ke masa lalu di mana semua rumah masih tradisional, padahal itu ada di pusat kota. I’m so in love with Korea and this is one of the reason why. Btw, di rumah-rumah Hanok ini memang masih ada keluarga yang menghuni, jadi turis yang lewat diminta agar tidak berisik untuk menghormati para penghuni rumah. How beautiful is that?

bukchon hanok bukchon hanok bukchon hanok

 

4. Cheonggyeochon Stream

When nature meets skyscrapers. Itu yang pertama kali terbesit di benakku waktu sampai di sini. Aliran air yang jernih dan pohon-pohon yang tumbuh lebat jadi tempat tua muda beristirahat. Katanya, tempat ini sangat cantik saat musim gugur dan musim semi. Semoga lain kali aku bisa kembali.

img_0490 img_0492

 

5. Gwangjang Market

Food. Food. Food. People. Kalau mau belajar mengenai makanan Korea dan apa saja yang dimakan oleh penduduk lokal, Gwangjang Market adalah tempat yang tepat. Di sini, turis dan lokal berbaur jadi satu di meja-meja aluminium dan bangku kayu panjang. Tidak ada layanan mewah, tidak ada sofa empuk, tapi justru dari sinilah denyut nadi kehidupan Seoul berasal. Mulai dari bahan makanan mentah hingga gang-gang penjual makanan siap santap, semua ada. Aku pribadi suka sekali Gwangjang Market, karena selain banyak pilihan makanan enak, harganya juga sangat terjangkau.

gwangjang

 

Bersambung ke post selanjutnya

 

 

2 Comments

  1. 19 January 2017 at 5:44 am

    Kartu T-Money-nya lucuk banget yang sekarang. Dulu kayak cuma tulisan-tulisan hangeul doang.

    • twelvifebrina
      Reply
      6 February 2017 at 7:08 am

      Iyaaaaa, ini versi LINE gitu. Sampe sekarang aku simpen hahaha.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *