10 MAKANAN YANG HARUS KAMU COBA DI TOKYO, JEPANG

Aku selalu percaya bahwa cara tercepat dan terbaik dalam belajar mengenai suatu kebudayaan adalah melalui apa yang masyarakatnya makan. Makanya kalau traveling kemanapun, aku selalu memilih makanan lokal ketimbang makan di chain restaurant yang menunya internasional. Ini nih 10 makanan yang harus kamu coba di Tokyo, Jepang, supaya liburan kamu makin penuh pengalaman.

 

#1: Shoyu Ramen

Dari segala jenis olahan ramen, Shoyu Ramen buatku adalah bentuk yang paling sederhana. Nggak muluk-muluk, cuma mi ramen yang disiram kuah berbumbu kecap asin, disajikan dengan irisan tipis daging, rebung, dan seaweed kering (nori). Ada kerendahan hati yang indah banget di semangkuk Shoyu Ramen. Kuahnya yang ringan tapi hangat dan asin ibarat pelukan ibu, tidak terlihat spesial, sering dilupakan, tapi sebenarnya mampu menghangatkan bahkan jiwa yang paling dingin sekalipun. Ahzeg.

Nggak cuma rasanya, harganya juga sederhana. Semangkuk Shoyu Ramen yang aku coba di salah satu restoran kecil di gang di Shinjuku ini (sayang aku nggak bisa baca namanya karena dalam huruf kanji dan bukan merupakan restoran populer) ini jauh melebihi ekspektasiku. Cuma 450 Yen atau sekitar Rp.45.000 aja tapi memorinya membekas di hati dan kepala sampai sekarang.

IMG_6611

 

#2: Tonkotsu Ramen, Ichiran Ramen Shop

Masih dalam golongan ramen-ramenan, satu lagi ramen yang wajib coba adalah Tonkotsu Ramen, atau ramen yang kuahnya terbuat dari tulang babi atau sapi yang direbus berjam-jam (bahkan berhari-hari) lamanya. Proses memasak yang ribet dan lama ini membuat kuah ramen terasa begitu pekat dan kaya, tapi tetap lembut menyusup ke tiap sela-sela indera pengecap kita. Nikmat banget, pokoknya. BANGET.

Nah salah satu ramen shop yang paling populer di Jepang adalah Ichiran Ramen. Cabangnya ada di berbagai tempat, jadi nggak perlu mengunjungi satu titik tertentu aja demi mencobanya. Ichiran ini disebut-sebut sebagai ramen paling enak di dunia, dan setelah nyobain langsung, aku dengan pasrah (dan perut kenyang) mengangguk setuju. I’ve tried so many tonkotsu ramen shops in Indonesia, Singapore, Taiwan, Korea, and Japan, and ICHIRAN is the best of them all.

IMG_6518

 

#3: Kibi Dango

Kibi Dango mungkin adalah jajanan Jepang paling tradisional yang bisa kalian temukan di Nakamise Shopping Street di area Asakusa Temple. Terbuat dari tepung millet dan tepung beras ketan, kibi dango teksturnya mirip mochi, tapi jauh lebih empuk dan kenyal. Biasanya ditusuk sate dan dibaluri tepung kacang kedelai panggang (kinako). Rasanya unik, nggak terlalu manis, nggak asin juga, malah menurutku ada sedikit bitter aftertaste. Tapi rasa nutty dari kinako membuat kibi dango terasa lembut dan nyaman banget di lidah. Lumayan adiktif!

Location: Asakusa Temple

IMG_6453

IMG_6451

IMG_6459

 

#4: Age Manju

Perpaduan antara mochi raksasa, bakpao, dan gorengan. Kira-kira kesan pertama age manju kayagitu. Bakpao kenyal berisi macam-macam (mulai daging sampai sayuran) yang dicelup adonan tepung cair lalu di-deep fry. Renyah di luar, kenyal menantang di tengah, dan juicy asin di tengah. Duh pokoknya party in your mouth!

Ada macam-macam varian dan rasa age manju, tapi yang paling spesial (dan seasonal) adalah yang rasa daun Sakura. Yup, daun bunga sakura yang diasinkan lalu dicampur dengan daging giling dibuat jadi isian age manju sebelum dicelup adonan tepung lalu digoreng hingga cokelat keemasan.

Location: Asakusa Temple

IMG_6468

 

 

#5: Menchi Katsu

Menchi Katsu mungkin nggak sepopuler makanan Jepang lain seperti ramen atau sushi, tapi ini wajib coba banget kalo kamu ke Jepang. Menchi Katsu adalah daging babi/sapi giling yang dicampur dengan bumbu-bumbu dan bawang bombay lalu dilapisi tepung panko (tepung tempura) kemudian digoreng hingga keemasan. Bagian luarnya yang renyah terasa kontras dengan bagian dalam yang juicy dan gurih banget. What a true delicacy!

Location: Asakusa Menchi, Asakusa Temple

IMG_6500

IMG_6504

 

#6: Senbei

Kraker beras yang dipanggang di atas bara api kecil dan diberi berbagai macam rasa ini benar-benar cemilan Jepang banget. Yang paling klasik adalah yang rasa kecap asin Jepang atau Shoyu. Sederhana banget, tapi adiktif. Ada juga rasa lain yang nggak kalah enak. Mulai dari Nori, BBQ, sampai Wasabi.

IMG_6465-min

IMG_6495

 

 

#7: Japanese Crepes

I LOVE LOVE LOVE Japanese dessert. You know why? Because they look so freaking cute! And they’re not overly sweet like american-style dessert. Pokoknya rasa manisnya pas banget. Nah salah satu yang wajib coba kalo lagi di Tokyo adalah sweet crepes kayagini. Rasa dan variannya juga beragam banget, mulai dari ice cream, whipped cream, buah, selai, sampai sepotong utuh cake! How crazy is that? Haha!

Where to eat: Santa Monica Crepes atau Marion Crepes, Harajuku

IMG_6659

IMG_6654

 

#8: Japanese Curry

Nasi kari ala Jepang memang mungkin bukan hal baru, terutama buat kamu yang tinggal di Jakarta, mungkin udah pernah nyobain Coco Curry. But trust me when I say, Coco Curry di Tokyo beda banget sama yang di Jakarta. Nggak cuma soal pilihan menunya yang lebih bervariasi, tapi rasa kuah kari dan kualitas daging yang dipakai juga beda banget. Degan harga Rp.85.000 per porsi, kamu bisa dapat 1 porsi curry rice yang berisi nasi + katsu + kuah kari. Pilihan dagingnya macam-macam, mulai dari babi, sapi, ayam, sampai udang. Kuah karinya juga bisa dipilih, ada yang terbuat dari babi, sapi, dan ada juga vegetarian.

IMG_6619-min

20170527_095722 (1)

 

#9: Gyudon

Salah satu rice dish paling simple (dan paling aman, karena selalu enak) di Jepang adalah Gyudon atau beef rice bowl. Biasanya beef yakiniku disajikan di atas nasi putih hangat dan ditemani semangkuk sup sapi dengan bumbu miso yang ringan. Enak banget. Dan biasanya murah, sekitar 400 Yen atau Rp.40.000 untuk 1 set Gyudon.

How to eat Gyudon like a local: Pesan telur mentah sebagai side dish, pecahkan, aduk, dan siram di atas Gyudon sebelum dimakan. YUM!

Where to eat: Sukiya, Yoshinoya

IMG_6551

 

#10: Kushi Katsu

Kushikatsu ini makanan goreng-gorengan yang isinya bisa macam-macam, mulai dari asparagus, jamur, akar teratai, sosis, keju, ayam, beef, atau pork. Harganya juga murah, mulai 100 Yen pertusuk. Karena made by order, jadinya makanan datang ke meja kita masih segar dan crunchy. Kita bisa pilih apa yang kita mau. Setelah matang, bakal disajikan di ‘nampan’ khusus dengan saringan untuk menampung minyak. Makan Kushikatsu ada cara dan etiketnya sendiri, lho. Lihat mangkuk besar berisi semacam saus hitam itu? Kushikatsu dicelup di saus itu sebelum dimakan.

Tapi, NO DOUBLE DIPPING. Jadi Kushikatsu yang udah digigit nggak boleh dicelupin lagi ke saus. Kalau rasanya kurang, kita bisa ambil lembaran kol yang disediakan, celup ke saus, lalu balurkan sausnya di Kushikatsu yang udah kita makan. Kolnya juga dimakan, jadi kaya lalapan. .
ENAK. BANGET. Sausnya gurih dan agak asam, jadi rasanya menetralisir gorengan. Rasanya nggak bosen-bosen.

IMG_6722-min

IMG_6718

IMG_6717

 

So that’s my version of 10 Things To Eat in Japan. Gimana, udah siap untuk makan-makan di Jepang?

 

 

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *