JAPAN TRIP 2017 Part 1 – Cabin Hotel, Asakusa, Ichiran Ramen

I traveled alone to Tokyo, Japan for the first time in May, and this is my #TravelReport

 

Trip ke Jepang ini bisa dibilang lumayan impulsif dan nggak terencana. I wanted to visit Japan, of course, but it wasn’t going to happen this year. Semua gara-gara promo tiket AirAsia awal Januari kemarin. Aku beli tiket PP seharga 5juta nett sudah termasuk bagasi 20kilo, Hot Seat, 2x makan di pesawat, dan in-flight TV/iPad Entertainment. Lumayan banget, kan? Gimana nggak khilaf coba :'(

5 juta mah ANA/Asiana juga bisa dapet Tuel, kalo lagi promo.

Iya bener, tapi tempat duduknya standar economy, sedangkan ini Hot Seat dengan leg room yang leluasa dan bisa pilih sendiri. Buat penerbangan panjang, menurutku Hot Seat itu ‘ngaruh’ banget sama kenyamanan kita.

Walaupun memang harus transit di KL, demi tiket murah adek ikhlas bang.

tiket

 

Bulan Mei ini musim transisi, karena spring sudah selesai tapi summer masih malu-malu. Biasanya Jepang paling diincar turis di musim spring dan autumn, mungkin karena itu juga makanya ada tiket promo. Karena ini pertama kali ke Jepang, jadi aku nggak terlalu masalah walaupun nggak kebagian spring. Toh, buat orang Jakarta yang udah terbiasa sama udara panas dan lembab, cuaca bulan Mei di Jepang masih sangat menyenangkan kok.

Matahari bersinar cerah, tapi udaranya sejuk sekitar 15-17 derajat Celcius, jadi nyaman banget walau jalan kaki kemana-mana.

 

Pocket WiFi

Sebagai orang yang selalu traveling solo alias sendirian, buatku koneksi internet jadi hal yang crucial  banget. Nggak bisa ditawar-tawar, deh. Apalagi di negara yang nggak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, sedangkan aku sama sekali nggak bisa bahasa Jepang.

Untuk modal bertualang, aku menyewa Pocket WiFi yang dibawa dari Indonesia, di website Tripvisto. Harganya murah, hanya sekitar 70rb per hari. Jadi untuk perjalanan kurang lebih seminggu, aku mengeluarkan biaya 490rb. Murah, dibandingkan harus beli tourist SIM Card di Tokyo. Kuotanya juga unlimited, dengan batas pemakaian wajar 1GB/hari (lewat dari itu maka kecepatan akan turun). Koneksi Pocket WiFi dari Tripvisto ini memuaskan banget, sinyal 4Gnya lancar tanpa gangguan, bahkan saat sedang di dalam subway sekalipun.

IMG_6763

 

Suica Card untuk Subway

Udah bukan rahasia deh kalo transportasi umum di Jepang agak membingungkan, karena satu moda transportasi bisa dimiliki oleh beberapa perusahaan sekaligus. Tapi yang paling sering jadi pilihan tentunya adalah Subway. Ada 2 subway system utama di Tokyo, yakni Tokyo Metro (lambang M biru) dan Toei (lambang daun hijau). Senengnya, nggak kaya di Korea Selatan, di Tokyo ini Google Map sangat akurat, termasuk petunjuk mengenai rute subway-nya.

Suica vs Pasmo, pilih mana?

Sebenernya kalau kalian fokusnya hanya di pusat kota dan naiknya Subway, sama aja kok. Mau Suica atau Pasmo, bebasin aja shay~

Suica bisa dibeli di Ticket Machine di stasiun-stasiun subway. Tapi karena aku sampai di Tokyo tengah malam, dan malas ribet, akhirnya aku beli Suica di Indonesia.

HAH? KOK BISA?

Bisa dong. Aku beli kartunya di Tripvisto juga, dan dikirim langsung melalui kurir. Jadi sampai di Tokyo tinggal top up seperlunya.

IMG_6762

 

Tiba di Tokyo Tengah Malam, Where To Go?

Kalo kamu mau ke Tokyo naik AirAsia, kemungkinan besar akan tiba di Tokyo tengah malam juga, kaya aku. Di Tokyo, ongkos taksi setelah jam 8 malam bisa mencapai 2x lipat, dan untuk sampai di pusat kota menggunakan taksi bisa mencapai 2juta rupiah! Subway terakhir jam 10 malam, dan bus terakhir ke pusat kota hanya di jam 11:30 malam. Sebagai budget-savvy traveler wannabe, aku menolak mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk taksi. Akhirnya pilihan jatuh pada hostel di area bandara Haneda, namanya First Cabin Hostel Haneda. First Cabin Hostel ini terletak di Terminal Domestik, dan untuk sampai di Terminal Domestik, kita bisa naik shuttle bus GRATIS yang ada di area arrival-nya Terminal Internasional. Cukup istirahat di sini satu malam aja sampai pagi, lalu langsung naik subway ke pusat kota.  Harganya? 500rb/cabin/malam. Murah banget dong dibanding harus naik taksi ke pusat kota tengah malam.

IMG_6431

 

Akomodasi di Pusat Kota

Karena terlanjur jatuh cinta berat sama Sensoji Temple di Asakusa, aku memilih ENAKA Hostel Asakusa sebagai penginapan selama 2 malam, supaya bisa puas mengeksplor wilayah Asakusa. Cukup 5 menit jalan kaki dari stasiun subway, 2 menit dari Sensoji Temple, dan dikelilingi banyak convenience store. Pokonya strategis banget!

enaka 1ni

(sumber: hotel4travel.jp)enaka 1

Here Is My 5 Days Itinerary in Tokyo, Japan:

1.Asakusa

Sensoji Temple di Asakusa jadi tujuan pertamaku di Jepang. Udah jatuh hati sama Sensoji sejak nyusun itinerary dan lihat foto-fotonya di internet. Ini salah satu kuil paling terkenal di Jepang, yang sudah ada sejak tahun 645. Memasuki wilayah kuil, kita akan disambut Kaminarimon (artinya: gerbang halilintar) raksasa yang berdiri megah. Sepanjang jalan mulai dari gerbang hingga ke kuil, banyak toko merchandise dan penjual street food. Area shopping street ini dikenal dengan nama Shin Nakamise Dori.

IMG_6438

IMG_6446

Di Shin Nakamise Dori, jangan lupa nyobain street food khasnya. Mulai dari Kibi Dango, Age Manju, Macha Tea, sampai Senbei.

IMG_6449 IMG_6453

IMG_6467

IMG_6478

Setelah puas icip-icip di Shin Nakamise Dori, di depan kuil kita bisa mencoba membaca peruntungan melalui ramalan yang disediakan. Caranya, masukkan donasi 100 yen ke kotak yang disediakan, lalu ambil wadah berisi kayu dan kocok hingga satu kayunya keluar. Di ujung kayu, akan ada huruf Kanji yang menunjukkan ramalan kita. Cocokkan dengan huruf yang tertera di laci, buka lacinya, lalu ambil kertas ramalan.

IMG_6486

IMG_6483

Aku senang banget karena kemarin dapat ramalan yang The Best Fortune. Semoga menjadi kenyataan. Kalau kamu dapat good luck, lipat dan simpan kertasnya dan bawa kemana-mana supaya jadi kenyataan.

Kalau kamu kebetulan dapetnya bad luck, kamu bisa melipat kertas ramalan, dan mengikatnya di tali yang disediakan. Konon, supaya bad luck nggak jadi kenyataan. Boleh percaya atau enggak.

Selain membaca ramalan, di Sensoji Temple kita juga bisa membakar dupa lalu mengucapkan permohonan. Dupa dijual seharga 100 yen di loket yang disediakan. Kita bisa membakar dupanya lalu menancapkannya di pasir/abu bekas dupa-dupa, mengucapkan permohononan, lalu mengarahkan asapnya ke tubuh dan kepala agar permohonannya terwujud.

IMG_6490 asaku2

 

Kalau ngeliat ‘air mancur’ di area kuil, namanya Chozuya atau Temizuya. Fungsinya untuk membersihkan diri sebelum masuk kuil dan berdoa. Hampir sama dengan wudhu buat umat Islam.
Karena itu, kita harus ikuti etiket dan peraturan sebelum ikut-ikutan coba cuci tangan di sini ya.

asaku1

Jadi, cara yang benar cuci tangan di Temizuya adalah:
– Ambil air pakai gayung dengan tangan kiri, basuh tangan kanan
– Ambil air pakai gayung dengan tangan kanan, basuh tangan kiri
– Ambil air pakai gayung dengan tangan kanan, taruh air di tangan kiri, basuh mulut
– Luruskan gayung ke atas agar sisa air membersihkan tangkai gayung
– Letakkan gayung dengan posisi terbalik

 

Asakusa nggak cuma tentang kuil, ramalan, dan street food. Di sekitar area Asakusa banyak juga toko-toko penjual pakaian, tas, sepatu, payung khas Jepang, jas, hingga tempat penyewaan kimono.

Pengen nyobain Ichiran Ramen yang terkenal itu? Nggak perlu buru-buru ke Shinjuku lalu ngantri 2 jam. Di Asakusa juga ada cabangnya, dan antriannya lebih manusiawi. Waktu ke sana, aku cuma mengantri 15 menit aja, dan itu lagi jam makan siang. Oh and, it was THE BEST ramen that I’ve ever had.

IMG_6513

IMG_6517

… bersambung ke post selanjutnya

 

CARA MENGURUS VISA JEPANG

24-29 Mei 2017 kemarin aku akhirnya kesampaian traveling ke Jepang.

Buatku Jepang membangkitkan memori masa kecil yang banyak dihiasi oleh komik-komik Doraemon, Detective Conan, serta kartun semacam P Man, Chibi Maruko Chan, atau Ninja Hattori.

Sejujurnya, Jepang bukan merupakan top 5 dream destination-ku jadi nggak pernah beneran sampe niat banget dan menunggu-nunggu trip ke Jepang. Tapi, biar gimanapun, Jepang tetap punya daya tariknya tersendiri di mataku. It’s quirky, weird, colorful, amazing, crazy but zen at the same time.

Bulan Januari kemarin, pas lagi iseng buka AirAsia, kebetulan lagi ada promo tiket Jepang 4juta nett PP. Ditambah pilihan bagasi PP 20kilo, hot seat, dan 2x makan, totalnya hanya 5juta nett aja. Lumayan banget! Akhirnya khilaf tak dapat dihindari.

 

 

japan2

 

Aku kemudian mengurus Visa di awal April. Karena belum punya ePassport, jadi aku harus mengurus visa turis regular (pemilik ePassport bisa mengunjungi Jepang tanpa Visa dengan maksimal kunjungan 15 hari) ke kedutaan Jepang di Indonesia.

Mengurus Visa Jepang ternyata mudah kok. Ini syarat-syarat dokumen yang harus dilengkapi:

– Paspor, lama dan baru, asli
– Form permohonan Visa Jepang. Download dan print dari sini –> http://www.id.emb-japan.go.jp/application2.pdf
– Fotokopi KTP
– Bukti pemesanan tiket pesawat PP. Ini penting karena mereka takut kita terlalu nyaman dan cari kerja di sana.
– Bukti pemesanan penginapan selama di Jepang. Kalau masih galau, aku selalu booking penginapan di booking.com yang bisa dibatalkan hingga beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan
– Japan Trip Itinerary, sesuai format yang ditentukan kedutaan Jepang. Download di sini –> http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html
– Kartu Keluarga, fotokopi dan asli
– Akte Lahir, fotokopi dan asli
– Surat keterangan bekerja (kerja kantoran, bukan kerja bakti. Minta dari HRD kantor tempat kita bekerja)
– Surat referensi kantor (lihat keterangan di atas)
– Slip gaji 3 bulan terakhir
– Rekening koran 3 bulan terakhir
– Surat referensi dari bank, dalam bahasa Inggris, ditujukan ke Kedutaan Jepang. Cantumkan saldo tabungan terakhir.
Biaya pembuatan Visa Jepang sekitar Rp.370.000
Setelah semua dokumen terkumpul, datanglah ke kedutaan Jepang di Indonesia. Ada beberapa lokasi di Jakarta, Medan, Makassar, Bali, dan Surabaya. Lengkapnya bisa lihat di sini –> http://www.id.emb-japan.go.jp/conind.html

Jam Kerja Bagian Visa

Hari Senin – Jumat (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan)
Pengajuan Permohonan Visa : pk. 08:30 – 12:00
Pengambilan Paspor : pk. 13:30 – 15:00

 

Aku sarankan datang pagi, kalau bisa sebelum 8:30, untuk menghindari antrian yang bisa kaya ular naga panjangnya bukan kepalang~

 

Setelah menyerahkan dokumen, staff kedutaan akan memberitahu kapan kita bisa datang kembali untuk menerima putusan mengenai aplikasi Visa (prosesnya cepat, biasanya 3-5 hari kerja aja kok).

 

Visa-ku sendiri selesai dalam 3 hari kerja. Cepat, lancar, tanpa hambatan. Mudah banget deh pokonya.

Selamat mengurus Visa dan semoga lancar ya!

Open Trip To South Korea with Me! 5D3N Seoul + Nami Island + Shopping + Cherry Blossom

Hai semuanya!

Karena lumayan banyak yang request di akun Twitterku untuk dibuatkan open trip ke Korea, jadi kali ini aku mau buka open trip pertama kali. Di open trip ini, kita akan jalan ke landmark-landmark di kota Seoul, lalu mampir sebentar ke Nami Island untuk napak tilas perjalanan cinta ala Winter Sonata (walau jomblo yang penting romantis), lalu berburu Sakura yang lagi cantik-cantiknya, lalu shopping trip ke pusat perbelanjaan paling tenar di Korea: Myeongdong!

Di Myeongdong nanti kita akan belanja-belanja manja. Di Myeongdong ada banyak hal untuk semua orang. Yang doyan makan bisa puas nyobain street food ala Korea, yang doyan makeup bisa jajan Korean makeup, yang doyan fashion bisa cek butik-butik super stylish dengan tren busana Korea, yang mau borong skincare Korea bisa puas banget, Di Myeongdong selalu banyak diskon jadi nggak mungkin ke Myeongdong nggak beli sesuatu hahaha!  Psssst, buat yang doyan K-Pop, di toko/cafe di Myeongdong suka ada press conference dadakan loh karena tau-tau ada boyband/girlband yang dateng cuma buat belanja. Siapa tau bisa ketemu member Shinee yang lagi jajan sheet mask! KYAAAAA~

Pokonya puas, nggak kalah sama inces Syahrini. :)))

 

Nah, walau aku bukan expert dan nggak pernah bawa orang banyak traveling, ada temen-temen profesional dari travel agent Omah Travel yang akan bertanggungjawab atas seluruh perjalanan kita. Jadi nggak usah kuatir karena bukan aku sendiri yang akan ngurusin peserta tripnya. Aman dan nyaman, deh.

 

Trip ini berdurasi 5 Hari 3 Malam, dan akan diadakan tanggal 21-15 April 2017 22-26 April 2017 (kok 5D3N gimana ngitungnya? Gini, dari Jakarta pesawat malam dan tiba di Korea pagi, jadi malam pertama kita lewati bersama dalam sukacita di atas pesawat).  Biayanya 9,9 juta sudah all in termasuk tiket pesawat Asiana PP, tipping guide dan driver, dan biaya pembuatan Visa loh! Pokonya tinggal duduk manja.

Pembayarannya juga bisa di-DP dulu, lalu sisanya dicicil sampai menjelang hari H.

Detailnya lihat di bawah ini ya 🙂

Langsung aja hubungi nomor di bawah ini untuk pemesanan tiketmu. Sampai ketemu di bandara!  <3

 

 

WhatsApp Image 2017-02-07 at 7.42.48 PM

05 Hari/03 Malam SPRING SONATA (3*)

(Nami Island – Mt. Sorak– Seoul Tour )

21-25 April 2017

 

Pesawat: ASIANA

Berangkat 21 April 2017 CGK – ICN 23:45 – 08:55 (+1)

Pulang 25 April 2017 ICN – CGK 17:15 – 22:15

 

Hari 1 : Jakarta – Incheon

Para peserta diharapkan sudah berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2 Keberangkatan International, 3 jam sebelum waktu keberangkatan untuk bersama-sama memulai perjalanan “SPRING SONATA “.

 

Hari 2 : Tiba di Incheon – Nami Island – Mt. Sorak (MS / MM)

Pagi hari tiba di bandara Incheon, Anda akan diajak mengunjungi Nami Island untuk melihat tempat shooting film drama “ Winter Sonata “. Setelah itu, acara dilanjutkan menuju Mt. Sorak untuk beristirahat.

  Bermalam di Sorak Daemyong Resort or Maremons or Simillar

 

Hari 3 : Mt. Sorak  – Ski Resort – Seoul      (MP / MS )

Setelah sarapan pagi, Acara tour hari ini adalah mengunjungi Kwongeumseong Fortress Hill dengan menggunakan Cable Car dan Shinheungsa Temple yang merupakan kuil tertua di Korea yang dibangun pada abad ke 7 untuk  melihat patung Grand Bronze Budha. Setelah selesai Anda akan kembali ke kota Seoul untuk mengunjungi  Dongdaemun Market.

Bermalam di Yoido Hotel, Youngdong Hotel or Simillar

 

Hari 4 : Seoul (MP / MS )

Acara tour hari ini adalah city tour mengunjungi  Gyongbok Palace, National Folk Museum, melewati Presidential Blue House, National Ginseng Outlet, Cosmetic Shop, DFS, Amethyst Showroom & Raisin Tree. Kemudian, Anda juga akan diajak untuk free shopping di kawasan Myeongdong Fashion Street & menyaksikan sebuah pertunjukan spektakuler BIBAP SHOW/NANTA SHOW/ Similar.             

Bermalam di Yoido Hotel, Youngdong Hotel or Simillar

 

Hari 5 : Seoul – Incheon – Jakarta (MP)

Setelah sarapan pagi, Anda akan diantar untuk bereksperimen membuat “KIMCHI” yang merupakan salah satu menu terfavorit di Korea dan juga memakai baju tradisional Korea “Hanbok.  Sebelum ke Airport kita akan singgah terlebih dahulu Ke Korean FOOD & Souvenir Supermarket. TOUR SELESAI.

 

Catatan: Hotel Twin Room (Share)

 

BIAYA TOUR TERMASUK

  • Tiket pesawat kelas ekonomi : Asiana Airlines/Garuda Airlines
  • Bagasi 20kg/peserta sesuai ketentuan Airlines.
  • Akomodasi hotel berdasarkan 1 kamar berdua
  • Makanan sesuai program.
  • Tour sesuai program.
  • Tiket masuk Objek wisata
  • Transportasi dan pemandu wisata sesuai program.
  • Air Mineral selama tour 1 botol/orang/hari
  • Tipping guide, driver dan TL
  • Visa korea

 

 

BIAYA TOUR TIDAK TERMASUK

  • Biaya pengeluaran pribadi seperti: laundry, mini bar, telpon, dll.
  • BiayaTour tambahan
  • Asuransi pribadi.
  • Biaya kelebihan bagasi.

 

PENDAFTARAN

  • Uang muka sebesar 2,000,000/ Pax, beserta dengan poto copy KTP/pasport peserta
  • Pelunasan maksimal 2 minggu sebelum keberangkatan.
  • MINIMUM QUOTA KEBERANGKATAN: 20 PESERTA DEWASA

 

CATATAN PENTING

Perhitungan harga paket tour dihitung berdasarkan harga terbaru dari hotel, transportasi dan lainnya.Dimana harga paket tour dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

 

Syarat & Kondisi:

  1. Keberangkatan Group harus minimun 20 orang dewasa akan didampingi Tour Leader.
  2. Tidak ada pengembalian uang untuk tour / objek wisata yang tidak dipakai selama tour berjalan.
  3. Acara tour & harga dapat berubah sewaktu-waktu dengan / tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sesuai dengan peraturan pihak penerbangan dan tempat wisata setempat.
  4. Acara perjalanan ini termasuk shopping tour, apabila tidak mengikuti shopping stop akan dikenakan charge USD 200/orang

 

HUBUNGI :

Rasty Susanty – 0856 4789 1188 (WA/CALL)

 

 

SOUTH KOREA TRIP 2016 PART 2 – GANGNAM, NORYANGJIN FISH MARKET, DAN NAMI ISLAND

Sambungan dari post sebelumnya

 

6. Noryangjin Fish Market

snapshot_30 snapshot_31

Sebagai salah satu pasar ikan segar terbesar di Asia, Noryangjin Fish Market memiliki pesonanya sendiri buatku. Aku selalu suka melihat deretan warna, bentuk, dan tekstur, makanya aku memutuskan untuk mengunjungi tempat ini. Sekaligus juga belajar mengenai asal-usul bahan makanan penduduk lokal dan jenis-jenisnya. Menarik, karena aku melihat banyak banget jenis ikan dan kerang yang sebelumnya sama sekali belum pernah aku lihat. Di sini kita membeli langsung seafood yang kita suka, lalu membawanya ke restoran di belakang pasar untuk dimasakin. Walau menurutku mahal, tapi boleh juga kok untuk sekedar dicoba buat yang penasaran.

 

7. Itaewon

img_20160506_160122

Itaewon adalah melting pot segala macam budaya internasional di Seoul. Dipenuhi oleh berbagai pendatang dari seluruh dunia yang menetap di Korea, di Itaewon ini menurutku diversity-nya lebih terasa. Dari mulai restoran India, Melayu, Afrika, sampai bangunan Mesjid yang luas dan megah juga bisa kamu temukan di sini. Selain itu Itaewon juga merupakan salah satu pusat shopping dan hang out yang terkenal.

 

8. Insadong dan Ssamziegil

img_20161014_224335

 

Insadong adalah pusatnya kesenian dan kerajinan, museum dan pameran, serta teahouse dan restoran tradisional. Di sini juga terletak Ssamziegil mall, salah satu tempat belanja yang paling terkenal di Seoul. Area sekitar Ssamziegil disebut Ssamziegil Road dan di sepanjang jalan banyak toko oleh-oleh, money changer, butik, hingga coffee shop dengan design interior yang ekletik.

 

9. Myeongdong

img_0613img_0623

img_0588

Well, basically this is a paradise for me. Terutama buat cewek-cewek, kayanya nggak ada yang nggak tau Myeongdong sebagai pusat belanja skincare, makeup, dan fashion. Ada ratusan toko skincare dan makeup berbaris di sepanjang Myeongdong. And I’m being serious, RATUSAN, berjejer. Dari Etude House, Innisfree, Club Clio, Mamonde, you name it they have it. It took me one full day just to stroll around Myeongdong and filled up my luggage hahaha.

 

10. Hongdae (Hongik University Street)

img_0696 img_0678 img_0690 img_0670

Dengan adanya Hongik University, area ini jadi salah satu tempat paling favorit bagi anak muda Seoul. Youthful, lively, romantic, all at the same time. Dari café dengan tema macam-macam (sheep cafe, cat cafe, dog cafe, coffee prince cafe, toy cafe, dll), toko baju murah, sampai street performance, semua memenuhi sepanjang jalan area Hongdae.

 

11. Ewha Women’s University

img_0733 img_0734 img_0742

Mirip dengan Hongdae, area Ewha juga dipenuhi banyak tempat nongkrong anak muda. Hanya saja, karena Ewha merupakan kampus khusus perempuan, kebanyakan toko/butik menjual barang-barang perempuan seperti makeup, beauty, dan fashion item perempuan. Semacam mini Myeongdong, menurutku.

 

12. Gangnam 

img_0752 img_0753 img_0758

Area yang konon merupakan area paling mahal dan paling mewah di Seoul ini terkenal dengan semua yang serba high-end. Tapi sebenarnya jalan-jalan di Gangnam juga bisa hemat asal tau belanja dan makan di mana. Aku menemukan toko pakaian affordable bernama Vin Prime, dan beberapa restoran chinese-korean yang harga makanannya sangat affordable (4,500KRW untuk seporsi Jjampong atau Jjajangmyun).

 

13. Garosugil

snapshot_30 snapshot_31

Salah satu shopping district favoritku selama di Seoul. Garosugil yang dalam bahasa Korea maknanya “jalanan dengan pohon berbaris” memang dipenuhi pohon-pohon ginko yang berbaris memanjang menghiasi dengan cantik. Selain barisan pohon yang katanya terlihat paling indah di musim gugur, Garosugil memiliki daya tarik tersendiri karena auranya yang bohemian dan chic. Mulai dari butik hingga cafe dan coffee shop, semua ditata dengan apik dan complimenting each other sehingga terlihat jadi satu kesatuan.

 

14. Namdaemun Market

snapshot_30 snapshot_31

Buat yang mau ngeborong oleh-oleh murah dari Korea, di sini nih tempatnya. Semua ada. Dari ramen, biskuit khas Korea, cemilan Korea, banana milk, dsb. Tentunya dengan harga lebih murah dari yang di supermarket.

 

 

15. Nami Island

img_0825 img_0832 img_0845 img_0880 img_0895 img_0915

Awalnya aku pikir aku akan bosan berjam-jam di Nami Island, ternyata sama sekali enggak. Seluruh bagian pulau Nami ditata dengan rapi dan masing-masing area punya tema aktivitas berbeda. Nggak cuma pepohonan dan danau yang cantik, tapi juga ada pameran lukisan, taman untuk spot piknik, dan aktivitas lain seperti ATV Bike, Segway, Sepeda, dsb. Nggak lupa juga tentunya ada spot-spot yang bisa buat napak tilas Winter Sonata buat kamu pencinta K-drama.

 

16. Petite France

snapshot_30

snapshot_31

Tempat ini katanya juga merupakan lokasi syuting K-Drama yang terkenal, tapi aku nggak tau nama filmnya dan seperti apa jalan ceritanya. Yang pasti, seluruh area dibuat seperti namanya, bernuansa pedesaan di Prancis. Cantik banget.

 

Jadi, kapan ke Korea?

SOUTH KOREA TRIP 2016 Part 1 – ISTANA GYEONGBOKGUNG DAN AYAM GINSENG KHAS KOREA

I traveled alone to Seoul, South Korea few months ago, and this is my #TravelReport

Pesawat AirAsia yang aku tumpangi berangkat dari Kuala Lumpur pukul 01:00 pagi waktu setempat, dan tiba di Incheon International Airport, Korea Selatan pukul 08:20 pagi waktu setempat. Walau sudah bulan Mei dan musim semi sudah lewat, aku disambut dengan udara dingin dan angin yang sangat segar di Korea.

 

Rental SIM Card

Tiba di Incheon, aku langsung bergegas menuju meeting point yang sudah dijanjikan untuk bertemu dengan tim YassGo, layanan rental SIM Card di Seoul. Dengan membayar kurang lebih $1 per hari, aku menyewa SIM Card 4G dengan kuota internet unlimited untuk bekal menjelajahi Seoul.

yassgo

yassgo

 

T-Money Card untuk Bekal Menjelajah Seoul 

Aku memilih untuk naik subway kemana-mana selama di Seoul, jadi aku butuh T-Money Card sebagai karcis/tiket elektronik. Starter kit-nya bisa dibeli di convenience store di airport Incheon seharga 11,500KRW dan 5,000KRW adalah deposit yang bisa dikembalikan kalau kita refund saldonya. Jadi saldo awal adalah 3,500KRW dan bisa di top up seperti isi pulsa. Satu kali perjalanan dengan subway biasanya seharga 1,250KRW.

T money card

 

Transportasi Dari Incheon ke Pusat Kota Seoul

Ada dua pilihan, kita bisa naik Bus atau Kereta Api Bawah Tanah AREX. Bus lebih mahal dan perjalanannya lebih lama ketimbang AREX. Karena aku sampai di Korea pagi hari dan ini adalah kunjungan pertama kali, aku memilih naik bus supaya bisa melihat-lihat suasana sepanjang perjalanan. Ada banyak rute bus sesuai dengan area tujuan kita di Seoul. Harga tiket 11,000KRW per orang, dan perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam dari Incheon ke tujuan akhirku, Myeongdong.

incheon incheon

 

Akomodasi

Karena tujuan utama adalah beauty shopping dan makan-makan, aku memilih penginapan di pusat Myeongdong, di dekat stasiun subway supaya gampang kemana-mana. Di 5 malam pertama aku menginap di 24 Guesthouse Myeongdong seharga Rp.580.000 per malam (single bed, private bathroom, air panas, tanpa breakfast), dan di malam terakhir aku menginap di Hotel Skypark III Myeongdong seharga Rp.970.000 per malam (double bed, private bathroom with bath tub, air panas, with breakfast).

myeongdong

snapshot_38

snapshot_39

 

Tempat Yang Aku Kunjungi di Korea Selatan

1.Gyeongbokgung Palace

Sebagai salah satu landmark paling ikonik di Korea Selatan, rasanya nggak mungkin kalo aku nggak berkunjung ke Gyeongbokgung Palace. Awalnya aku pikir yaudahlah buat formalitas aja datengin landmark. But oh boy, I was wrong. This place is much more than just another tourist must-visit place. The palace was extremely gorgeous. Tempatnya sendiri sangat besar dan areanya sangat luas. Baru jalan di depan Gwanghamun (gerbang masuknya) aja, aura megah dan gagah langsung terasa. Such a beautiful place. Nggak heran, nggak cuma turis yang masih suka kesana, bahkan penduduk lokalnya sendiri suka banget. I’m glad I made the right decision to go there.

gyeongbokgung

 

2. Tosokchon Samgyetang

One of the most legendary places to eat Samgyetang. And even though I had to wait in line for 30 minutes, I’m glad that this was the first meal I had in Seoul. I can eat this every day for the rest of my life.

tosokchon samgyetang

samgyetang

 

3. Bukchon Hanok Village

I saw this place on the internet for so many times and I fell in love since I don’t even remember when. Dan pada saatnya akhirnya bisa sampai ke sana, aku makin jatuh cinta. Area ini cantik dan meneduhkan sekali. Rasanya kaya balik ke masa lalu di mana semua rumah masih tradisional, padahal itu ada di pusat kota. I’m so in love with Korea and this is one of the reason why. Btw, di rumah-rumah Hanok ini memang masih ada keluarga yang menghuni, jadi turis yang lewat diminta agar tidak berisik untuk menghormati para penghuni rumah. How beautiful is that?

bukchon hanok bukchon hanok bukchon hanok

 

4. Cheonggyeochon Stream

When nature meets skyscrapers. Itu yang pertama kali terbesit di benakku waktu sampai di sini. Aliran air yang jernih dan pohon-pohon yang tumbuh lebat jadi tempat tua muda beristirahat. Katanya, tempat ini sangat cantik saat musim gugur dan musim semi. Semoga lain kali aku bisa kembali.

img_0490 img_0492

 

5. Gwangjang Market

Food. Food. Food. People. Kalau mau belajar mengenai makanan Korea dan apa saja yang dimakan oleh penduduk lokal, Gwangjang Market adalah tempat yang tepat. Di sini, turis dan lokal berbaur jadi satu di meja-meja aluminium dan bangku kayu panjang. Tidak ada layanan mewah, tidak ada sofa empuk, tapi justru dari sinilah denyut nadi kehidupan Seoul berasal. Mulai dari bahan makanan mentah hingga gang-gang penjual makanan siap santap, semua ada. Aku pribadi suka sekali Gwangjang Market, karena selain banyak pilihan makanan enak, harganya juga sangat terjangkau.

gwangjang

 

Bersambung ke post selanjutnya

 

 

10 Makanan Yang Harus Kamu Coba Di Seoul, Korea Selatan

I traveled alone to Korea and I ate my way through Seoul. All I can say that it was an amazing journey. The food was delicious! So, ini adalah 10 Makanan yang Harus Kamu Coba Kalau Kamu Ke Seoul versiku:

 

  1. Tteokbokki

Tteokbokki Tteokbokki

Buat yang suka nonton K-Drama, pasti udah nggak asing lagi sama nama street food Korea satu ini. Tteokbokki atau Dokbokki adalah kue beras yang dibentuk silinder, dipotong-potong, lalu disiram dengan kuah merah manis pedas. Aku udah sering makan Tteokbokki di Jakarta, baik di restoran ala Korea maupun beli instan. But let me tell you something, eating Tteokbokki straight from the street cart was totally different! Nggak cuma rasanya aja yang beda karena tiap penjual biasanya beda-beda racikan bumbunya, tapi juga pengalaman makan di Pojangmacha (warung tenda Korea) itu yang seru.

Tteokbokki biasanya disajikan dengan irisan tipis Odeng (fish cake) dan dijual seharga 2,500KRW-an. Buat kamu budget traveler, ini oke banget buat pilihan makan murah. Oh iya, kalo beli Tteokbokki, kita juga akan dikasih segelas Guk (kuah sup oden hangat) buat minum.

Where To Find: Warung tenda/street food cart di tempat-tempat keramaian di seluruh Seoul

 

  1. Eomuk

Eomuk

Eomuk atau Odeng adalah fish cake atau bakso ikan ala Korea berbentuk lembaran pipih. Jika disajikan dengan kuah, namanya berubah jadi Eomuk Guk atau Odeng Guk (Guk: sup). Nah, ini juga sering banget muncul di K-Drama nih, apalagi adegan malam hari. Penjual Eomuk Guk emang biasanya baru berjualan sore sampai tengah malam, karena udara Korea yang dingin syahdu emang paling pas kalau dijodohin sama yang hangat berkuah begini. Harga setusuk Eomuk (plus kuah yang free flow) biasanya 1,500KRW s/d 2,000KRW tergantung penjualnya. Rasa kuahnya juga macem-macem loh, ada yang kaldu ayam, ada yang kaldu kepiting. Ada yang original dan ada yang pedas. Buatku ini street food wajib buat malam hari yang dingin.

Where To Find: Warung tenda/street food cart di tempat-tempat keramaian di seluruh Seoul

 

  1. Gyeranbbang

gyeranbbang gyeranbbang

Masih dari keluarga street food, Gyeranbbang  ini adalah makanan yang paling sering aku makan di Korea. I ate this literally everyday while I was in Seoul. Hahaha. Gyeranbbang arti harafiahnya adalah kue telur (Gyeran: Telur, Bbang: Kue). Namanya emang sederhana, tapi rasanya enak banget. Tekstur kuenya sangat mirip kue bolu, empuk lembut dan moist. Lalu diberi satu butir telur utuh. Di atasnya kadang diberi topping keju atau biji-bijian.  Dimasak dengan cara dipanggang sebentar lalu dikukus di atas uap panas supaya tetap lembab dan hangat. Oh my goodness… I can’t. Satu buah Gyeranbbang harganya sekitar 1,000KRW s/d 2,000KRW tergantung lokasi penjualnya.

Where To Find: Warung tenda/street food cart di tempat-tempat keramaian di seluruh Seoul

 

  1. Samgyetang

samgyetang samgyetang

The famous Korean Ginseng Chicken Soup! Samgyetang ini udah jadi makanan tradisional Korea sejak ribuan tahun lalu. Ciri khasnya adalah seekor ayam yang dimasak utuh di kuah kaldu, dan di dalamnya dimasukkan beras ketan dan ginseng. Proses masak yang berjam-jam bikin beras ketan di dalam ayam matang dan membuat kuah agak mengental, dan daging ayam jadi super lembut sampai copot-copot dari tulangnya padahal cuma disenggol manja. Duh, pokoknya one of the best meals I had in Seoul! Satu porsi Samgyetang harganya sekitar 11,000KRW. Ini satu ekor ayam, lho! Biar nggak fail, aku rekomendasikan untuk makan Samgyetang di tempat legendaris: Tosokchon Samgyetang. Jangan lupa juga cobain Kimchi sawi dan lobaknya, ya. I found the BEST Radish Kimchi in this restaurant.

Where To Find: Tosokchon Samgyetang, 5 Jahamun-ro 5-gil, Jongno-gu, Seoul, South Korea

 

  1. Kalguksu

kalguksu

kalguksu

Kalguksu adalah mie kuah ala Korea yang mie-nya dibuat handmade lalu dipotong dengan pisau, sehingga ukurannya kasar tidak beraturan. Disajikan dengan kuah kaldu dan beberapa buah JJin Mandu (pangsit rebus Korea) serta Kimchi sebagai pelengkap. Di Myeongdong ada restoran yang terkenal banget dengan Mandu dan Kalguksunya, yakni restoran Myeongdong Kyoja. Seporsi Kalguksu harganya 8,000KRW sudah termasuk free flow iced green tea dan kimchi. Btw, Kimchi sawi di restoran ini menurutku beda dengan Kimchi lain yang pernah aku coba, enak banget! Sepertinya sudah difermentasi sekian lama sehingga lebih asam, lebih pedas, lebih gurih, dan lebih berbau alkohol (?).

Where To Find: Myeongdong Kyoja, 25-2 Myeongdong 2(i)-ga, Jung-gu, Seoul, South Korea

 

  1. Mandu

Mandu

Mandu atau Korean Dumplings adalah pangsitnya orang Korea. Ada yang dikukus (Jjinmandu), digoreng (Gunmandu), dan ada juga yang disajikan dengan kuah (Mandu-guk). Mandu bersaudara ini, apapun bentuknya, selalu enak. Isiannya juga macam-macam, ada daging polos, kimchi dan daging, daging dan sayur, bahkan ada juga yang isinya daging dan Japchae. Waktu nyasar nyari Money Changer di area Ssamziegil, aku ketemu satu restoran Mandu yang letaknya di pojokan, bernama Bukchon Son Mandu.  Walau kecil dan mojok, antrian pembeli sampai hampir tumpah ke jalan lho. Dan nggak heran. Mandu yang renyah dan isian yang gurih jadi cemilan yang cocok saat jalan-jalan sore di Ssamziegil. Seporsi Gunmandu dijual seharga 4,000KRW berisi 3 buah Mandu.

Where To Find: Bukchon Son Mandu, 6 Insadong 3-gil, Jongno-gu, Seoul

 

 

  1. Sundae

sundae sundae

Sundae atau Korean Blood Sausage adalah sosis tradisional ala Korea yang terbuat dari usus babi/sapi yang diisi daging babi/sapi giling dicampur cincangan mie kenyal dan darah babi/sapi. Sundae dimasak dengan cara direbus atau dikukus lama hingga matang, lalu dipotong-potong dan disajikan dengan garam dan lada. Memang terdengar ekstrim ya, karena pakai darah hewan. Sundae bisa disajikan original seperti ini, atau dibuat tumisan pedas, atau dibuat sup kuah bernama Sundae-guk. Kemarin pertama kalinya aku coba makan ini dan ternyata rasanya not bad at all. Nggak ada rasa aneh, anyir, amis, atau rasa tidak nyaman lainnya. Yang ada justru lembut, gurih, hangat, dan kenyal. So it is true, when you are traveling, try to open up and experience new things every day. Because you might end up liking it.  Seporsi Sundae plus irisan hati sapi rebus ini diberi harga 5,000KRW sudah termasuk kuah sup free flow sebagai minuman.

Where To Find: Gwangjang Market

 

  1. Korean BBQ

samgyeopsal

When in Korea, eat what Koreans eat: Gogigui!

Gogigui secara harafiah artinya adalah daging bakar. Jadi segala macam BBQ bisa disebut Gogigui, yang membedakan hanya potongan atau jenis daging apa yang kita pesan. Di Jakarta aja Korean BBQ selalu antri kan karena memang enak, jadi di mana lagi tempat paling sempurna buat makan Korean BBQ selain di asalnya. I don’t know why but pork in Korea is much much better than pork in Indonesia. Hahaha. Must be in the way they raise and feed the cattle? Entahlah haha.  I ordered Samgyeopsal-gui (Pork Belly BBQ) and the staff grilled the meat on my table, in front of me. Seporsi Samgyeopsal harganya sekitar 12,000KRW sudah termasuk free flow salad, side dish, dan Ssam (daun-daunan buat membungkus daging bakar). Perut kenyang hati senang!

Where To Find: Kang Ho-Dong Baekjong, 3-3 Myeong-dong, Jung-gu, Seoul, South Korea

 

  1. Galchi Jorim

galchi jorim galchi jorim

Saya ke Namdaemun Market sore-sore cuma demi makanan yang satu ini! Galchi Jorim atau Spicy Hairtail Fish Stew adalah Ikan Layur Kuah Pedas ala Korea yang dimasak berjam-jam dengan potongan lobak hingga kuah mengental dan lobak jadi sangat lembut. Di Namdaemun Market, sampai ada satu gang sendiri yang isinya adalah restoran-restoran yang khusus jual Galchi Jorim. Nggak ada yang kelihatan spesial dari restoran tempat saya makan, cuma restoran tradisional dijaga bapak ibu tua yang tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Semuanya terlihat seperti homey. Termasuk peralatan makan yang juga sangat rumahan. Tapi justru itulah keistimewaan Galchi Jorim. Masakan rumah yang konon mulai jarang dimasak generasi muda Korea (karena masaknya butuh waktu lama) ini membuat saya jatuh hati di suapan pertama. Kuah yang pedas manis gurih, dengan daging ikan yang manis lembut, dan lobak yang lunak, rasanya bikin nggak pengen berhenti makan. Cocok banget dinikmati sore hari di suasana Namdaemun market yang masih tradisional. Seporsi Galchi Jorim dengan nasi putih hangat harganya 7,000KRW sudah termasuk free flow air putih.

Where To Find: Galchi Jorim Alley, Namdaemun Market, Seoul

 

  1. Gamjatang

gamjatang gamjatang

Gamja dalam bahasa Korea punya dua arti: Kentang, atau Tulang Belakang Babi. Gamjatang adalah perpaduan keduanya, Sup Tulang Babi dengan potongan Kentang dan Kimchi Sawi. Kuahnya gurih, sedikit asin, dan sedikit pedas tapi masih cenderung light sehingga bikin terus-terusan nyeruput. Juara deh! Dagingnya juga empuk banget sampai copot-copot dari tulangnya. Goodness gracious…  Another favorite of mine! Seporsi Gamjatang dengan nasi putih dan free flow ice green tea harganya 8,500KRW

Where To Find: One Dang Gamjatang, Myeongdong

 

  1. Bonus: Strawberry

img_0504

Sebelum kamu mengernyitkan kening dan komen “Kok Stroberi doang masuk list sih?”, let me tell you one thing my friend. You haven’t taste a good strawberry if you’ve never had Korean strawberry. Stroberi Korea ini nggak becanda enaknya. Selain ukurannya yang jumbo (beneran, 5xnya stroberi Indonesia), stroberi Korea semuanya manis-manis banget. Nggak ada deh tuh rasa asamnya sama sekali. I couldn’t even believe it myself. Sekotak stroberi merah manja nan menggoda ini cuma 4,000KRW di Gwangjang Market. I bought 3 boxes of this juicy goodness and it was THE BEST strawberry I have ever tasted in my life. Take it from someone who already spent too much money on buying high quality Strawberry in Jakarta. Hahaha.

 

Gimana, udah mulai laper? :p

Someday, Sowewhere, Someone

Someday, someone else will look at you the way you looked at the one you loved.

Someday, someone else will hold you tight and fight for the both of you, never let you go, and never will ask you to let go.

Someday, it will last.

Someday.

image
image

This was a chat I had with a friend some weeks ago after we went to see someone that still means a lot to me. Yes, weeks ago. It took me lots of courage to finally decided to write this post, apparently.

The first thing she said to me after that night was. “I can see the way you looked at him”.

For the past three years, I heard this words a lot from many friends when me and him were still together. But I never thought I would still hear it again, months after my break up. Months after I thought I was doing okay and “us” was just a fraction of my past and I have moved forward. I never thought I would still see him that way anymore, let alone to have other people to notice it.

I never knew I looked at him different until a friend of mine noticed it few years ago. And the first time I heard that words, I remember thinking to myself, “Oh shit, I am doomed”.

That was the moment I know that my heart apparently has the ability to be fully vulnerable towards someone, like never before. Knowing that even though he has the highest power to crush my heart and burn my soul to the ground, I chose to love him anyway. Wholeheartedly, desperately, completely head-over-heels.

And I did.

I still do. Maybe. Apparently. Whatever.

So the moment I heard that words again, after countless nights of cry-yourself-to-sleep routine, midnight prayers, and self-motivational quotes, I felt like falling down back to zero. Like nothing has changed, like he have never left my life at all.

Zero.

So I learned that apparently it is true, that people can see if a woman loves a man by the way she looks at him, but most of the times, it’s he who can’t see it.

I hope someday I have the chance of having someone to look at me like that, and I hope when it happens, I will be able to see it in his eyes.

I hope someday you’ll find that person too.

Love,

Twelvi

Mengurus Visa Korea Selatan

Tanggal 5-10 Mei 2016 kemarin, akhirnya impian untuk jalan ke Korea terwujud juga.

HUWAAAA

Tiket pesawat udah dibeli sejak November 2015. Waktu itu
lagi ada promo tiket pesawat dari Kuala Lumpur ke Seoul  dan harganya oke banget. Tanpa pikir panjang,
tiket PP Kuala Lumpur – Seoul pun langsung dibeli. Tiket PP dari Jakarta ke KL
bisa menyusul belakangan dan biasanya juga nggak mahal, pikirku. Waktu itu
berhasil dapat tiket PP KL – Seoul seharga Rp.3,500,000 nett sudah termasuk
Bagasi PP 25kg dan beli seat 2x. Lumayan banget kan. Terima kasih, AirAsia!

Segera setelah tiket dibeli, aku langsung sisihkan 1
rekening yang didedikasikan untuk pengurusan Visa.  Pokoknya, apapun yang terjadi, rekening yang
ini nggak boleh disentuh.

Karena, untuk pengurusan Visa ke Korea, angka cantik di
dalam rekening tabungan selama minimal 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan konon
merupakan salah satu syarat vital-nya.  Karena
aku menghindari kemungkinan ditolak, aku niat menyiapkan angka cantik dari 5
bulan sebelumnya. Angka cantik bukan berarti angka super besar ya, tapi flow
masuknya uang emang harus bertahap dan nggak boleh ada dana besar “misterius”
yang masuknya tiba-tiba.

Sambil mulai ngumpulin tabungan untuk jalan ke Korea, aku
mulai cari info tentang apa aja syarat Visa Korea. Sambil mulai nonton-nonton
Youtube tentang Korea Trip. Iya, dari 5 bulan sebelumnya. Segitu niatnya dan
panjangnya perjalananku. :’)


SUSAH NGGAK SIH URUS VISA KOREA?

Menurut pengalamanku sih, enggak. Asal semua syarat lengkap.

Di akhir Maret 2016, setelah semua dokumen lengkap di tangan
dan angka di rekening sudah cukup cantik, barulah aku mengurus Visa.  Untuk Single Entrance Visa, berlaku 90 hari.
Jadi sebaiknya urus Visa-mu 2 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Kalau
ditolak, baru bisa apply lagi setelah 3 bulan. Jadi, kalau kamu urus 2 bulan
sebelumnya lalu ditolak, kamu masih ada waktu untuk mengubah tanggal tiket
dengan menelepon maskapai (karena kalau diubah dari jauh hari, penalty-nya
masih murah)

Syarat untuk pengurusan Visa Korea adalah sbb:

  1. Formulir aplikasi Visa (bisa didownload di http://www.mofa.go.kr/ENG/image/common/title/res/visa_application_form(15.06.15.).pdf)
  2. Paspor Asli dan Fotokopi (Jika sudah pernah perpanjang paspor, paspor lama dibawa juga)
  3. Kartu Keluarga Asli dan Fotokopi
  4. Akte Kelahiran Asli dan Fotokopi
  5. KTP Asli dan Fotokopi
  6. Pasfoto 3,5cm x 4,5cm. (Karena di Indo nggak ada standar ukuran ini, cetak 4×6 aja, lalu potong sesuai bingkai foto yang ada dalam formulir visa)
  7. Surat Keterangan Karyawan (isinya nama perusahaan, jabatan kamu, gaji kamu, dan tanggal kamu mulai bekerja di perusahaan. Minta aja dari HR di kantormu)
  8. SIUP Perusahaan (minta dari HR kantormu)
  9. Bukti Pemotongan Pajak (Minta dari HR/Finance kantormu)
  10. Surat Referensi Perusahaan (isinya bahwa kamu akan kembali ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan tersebut)
  11. Slip gaji 3 bulan terakhir
  12. Surat Referensi Bank (isinya adalah keterangan bahwa kamu benar memiliki rekening di bank tersebut, dan berapa jumlah saldo terakhirmu. Minta dari bank)
  13. Rekening Koran 3 bulan terakhir (Minta dari bank)

BENER NGGAK SIH SALDO HARUS 50 JUTA?

Gini, kalau kamu urus Visa dari travel agent, biasanya
mereka bilang syarat minimal rekening adalah 50 juta. Sebenernya nggak begini.  Menurutku, ini cuma cara cepat travel agent supaya
pengurusan Visa lebih gampang dan angka kesuksesan mereka tinggi.

Sebenernya, kalo urus sendiri, nggak harus sebanyak itu.
Katanya, rumus sederhananya begini:

Jumlah uang yang harus ada di rekeningmu selama 3 bulan
berturut-turut = Jumlah hari traveling X Rp.1.500.000

Kenapa 1,5 juta? Karena segitu dianggap cukup untuk biaya
hidup harian di negara-negara Asia seperti Korea dan Jepang bagi turis (untuk
hotel, makan, transportasi).

Jadi misalnya total hari travelingmu adalah 10 hari, berarti
siapkan dana minimal Rp.15.000.000 selama 3 bulan terakhir. Ini minimal ya,
jadi tiap bulan selama 3 bulan berturut-turut, minimal harus ada saldo 15juta.

 

KEMANA HARUS URUS VISA KOREA?

Ya ke kedutaan Korea-lah!
Masa ke abang-abang penjual DVD Korea di ITC? Kamu nih, ah. Cubit ya.  🙁

Datang pagi hari sebelum jam 10 supaya nggak nunggu lama. Percaya,
deh. Kalo datang di atas jam 10, kamu bakal menyesal karena akan menunggu 2-3
jam. Dan tempat duduk yang disediakan sedikit.

Setelah aplikasi kamu antarkan ke kedutaan, kamu akan diberi
formulir pengambilan paspor dan akan tertera tanggalnya. Turutin itu aja,
jangan tiap hari nelpon Kedutaan 3x kaya pacar insecure. Sabar. Banyak berdoa.
Setelah sudah hari H, kalau mau nelpon dulu sebelum datang langsung, silahkan.

Waktu
itu aku nelpon dulu, dan diminta menyebutkan nomor aplikasi yang tertera di
formulir. Setelah komat-kamit bacain nomer aplikasi, mbak di ujung telepon cuma
bilang “Bisa diambil Senin – Jumat di jam 13:30 s/d 16:30 ya. Terima kasih.”.  Itu aja. Lalu ditutup. Singkat, padat, jelas.
Nggak pake “Kamu di mana? Lagi sama siapa? Lagi ngapain?”.

Tapi, kalo kalimatnya udah begitu, artinya Visa-mu diterima!
😀

Katanya sih, kalo Visamu ditolak, akan dikabarin di telepon
kalau ditolak dan kamu disuruh menjemput Paspormu. 🙁

Setelah Visa diterima, barulah aku berburu tiket murah
Jakarta – KL PP.  Cuma 1 juta sudah
termasuk bagasi 25kg PP dan beli seat 2x juga. Jadi kalau ditotal, semuanya
Rp.4.500.000 nett udah termasuk bagasi dan beli seat 4x. Menurutku sih harga ini
oke banget, soalnya harga bagasi AirAsia ke luar negeri itu lumayan ugha kan sis.

Waktu berangkat dari Jakarta tanggal 3 Mei, ada long layover
sih di Kuala Lumpur sekitar 24 jam, tapi karena memang sudah menyisihkan jatah
cuti panjang, jadi nggak masalah. Sekalian berburu makeup murah juga di
KL.  Tonton video jalan-jalan di KL
selama 24 jam di sini.

Di KL belanja apa sih, Tuel? Tonton video Kuala Lumpur Shopping Haul di sini.

 

 

Total Biaya yang dikeluarkan:

Tiket PP = Rp.4.500.000

Biaya urus Visa Single = Rp.560.000

Oh iya, untuk hotel, aku baru booking setelah Visa selesai.

Yup. SETELAH Visa selesai. Karena untuk urus Visa Korea,
TIDAK PERLU beli tiket pesawat dan hotel di awal. Jadi kamu bahkan bisa urus
Visa dulu baru beli tiket. 🙂

Semoga berhasil ya! Jangan lupa tonton video Seoul Trip Day 1 ku di sini.

South Korea. Lebih dari Sekedar K-Drama.

Kecintaanku pada Korea bisa dibilang terjadi tanpa diduga. Dulu, waktu masih remaja, aku bisa dibilang cenderung suka Jepang dibandingkan Korea. Dulu malah nggak kepikiran sama sekali bisa jadi Koreaboo (orang yang suka banget dengan hal-hal yang berbau Korea).

Mulai dari musik J-Pop, Manga, Anime, makanan, dan sebagainya. Dulu malah sama sekali nggak tertarik dengan K-Drama dan semua pop culture Korea.

Tapi beberapa tahun belakangan ini, mungkin karena exposure Korean Wave / Hallyu yang juga membabi buta, akhirnya aku penasaran. Aku melihat di mana-mana orang terkena demam Korean Wave. K-Drama makin banyak diputar di TV nasional, makanan Korea makin mudah didapat, dan beauty product dari Korea mulai menampakkan diri di sana sini. Sampe dulu ada temen kuliah yang cinta mati dengan K-Pop dan bela-belain nabung lama demi nonton konser Suju (yang tidak murah).

Iya, semua berawal dari penasaran. Ada apa sih dengan Korea? Kenapa sih orang-orang ini pada heboh banget serba Koreaan?

Akhirnya dimulailah pencarianku. Langkah pertama adalah berburu DVD K-Drama. Beberapa K-Drama pertama yang bikin aku jatuh cinta dengan Korea di antaranya: Coffee Prince dan Full House. Walau ketinggalan dan baru nonton setelah filmnya selesai bertahun-tahun yang lalu, dua K-Drama ini sukses bikin aku penasaran tentang Korea. Bukan cuma modern culture-nya, tapi juga makanan sampai children folk song-nya.

Masih inget adegan Han Ji-Eun (Song Hye-Kyo) yang kalap makan Bibimbap yang dia bikin sendiri di rumah? Waktu itu mikirnya “Ini makanan apa sih kok semua dicampur kaya makanan guguk?”

Atau adegan waktu Han Ji-Eun nyanyi lagu Gom Se Mari (Three Bears) yang annoyingly cute?

Setiap kali habis nonton K-Drama dan ada adegan yang cuma bisa dipahami orang Korea, aku langsung cari tau lebih banyak. Bibimbap itu apa sih? Jajangmyun ini apa sih? Gom Se Mari ini lagu apa sih?

Lama kelamaan jadi makin banyak tau, dan makin tertarik dengan Korea. Dan aku mulai menyadari satu hal, Korea memasarkan dirinya dengan sangat pintar. Coba deh perhatiin, di tiap K-Drama pasti ada adegan tokohnya makan makanan Korea. Mulai dari Gimbap, Bibimbap, Ramyun, Tteokbokki, Omuk, dsb. Lama-lama, di alam bawah sadar kita tertanam rasa tertarik dan penasaran. Akhirnya? Kita cari tau tentang makanan Korea, lalu coba beli. Dan dengan demikian, kita nggak sadar sudah mengonsumsi produk Korea. Pintar kan? Aku suka banget cara mereka memasarkan dirinya. 🙂

Tempat wisata juga gitu. Coba perhatiin tempat syuting K-Drama. Dari Nami Island, Jeju Island, Busan, dsb.

Lalu nggak cuma soal modern culture aja, beauty trend Korea juga mewabah di mana-mana, and for all the good reason. Produk kecantikan Korea menunjukkan kredibilitasnya dengan kualitas yang tinggi dan kemasan yang menarik.

Inilah hal yang bikin aku jatuh cinta. Cara mereka memasarkan dirinya dengan apik, dan kebanggaan mereka terhadap culture-nya (baik tradisional maupun modern), ini yang bikin Korean Wave mewabah di mana-mana.

Keinginan untuk berkunjung ke Korea akhirnya makin bulat setelah secara nggak sengaja ketemu K-Drama yang berjudul “Let’s Eat”. Let’s Eat ini adalah K-Drama bertema makanan dan romance. Yup, bertema makanan! Jadi cerita romansa yang dibumbui banyak sekali adegan makanan. 90% dari makanan yang mereka makan di drama ini adalah Korean Food, dan nggak cuma dimakan, tapi juga ada cerita di balik tiap makanan.

What better way to introduce the food from your country other than to smuggle it in a lovely drama? Pinter banget! <3

I hope someday we can do something like this in Indonesia. Kita punya banyak banget makanan daerah dan tempat wisata yang bisa “dijual”.

Anyways..

Akhirnya November 2015 kemarin beli tiket ke Seoul untuk perjalanan Mei 2016. Detail perjalanannya akan segera aku share di post berikutnya, ya 🙂

Sometimes I don’t know how love works.

Sometimes you feel like the universe is telling you that this particular person is the love of your life. This person has got a hold on you for years and years. This person makes all the butterflies in your stomach go crazy whenever you see them, even though you see them everyday. This person makes you fall in love, each and every day, all over again. The person you love like no one else in the entire world before.

It’s confusing how love as strong and beautiful as that has to stop. It’s confusing when someone told you they love you but somewhere along the way they gave up. One of you stopped trying.

I remember asking the All Mighty, “Doesn’t love as strong as this, a feeling as beautiful as this, deserve a happy ending? Doesn’t it deserve more than the fact that when one of us gave up it needs to stop?”

No answer, whatsoever.

All is left is the fact that everything is confusing. How and why you met them, why it all even happened, how to start over. Pain, even if it is unbearable, is just a small part of the equation. Confusion is the worse nightmare of it all.

“Doesn’t love as strong as that deserves a happy ending?”

I used to believe it does.